Motif Penyiraman Andrie Yunus Diragukan, Fernando Emas: Jangan Lindungi Aktor Sebenarnya!

Jakarta, MI – Pernyataan Kepala Oditurat Militer II-07 Jakarta, Kolonel Chk Andri Wijaya, yang menyebut aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dilatarbelakangi dendam pribadi menuai keraguan publik. Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, secara tegas menyatakan dirinya tidak percaya begitu saja dengan alasan tersebut.
“Saya meragukan alasan itu. Saya yakin banyak pihak juga meragukannya dan membangun kecurigaan bahwa kasus ini sudah diatur sedemikian rupa agar tidak tuntas secara menyeluruh,” tegas Fernando kepada Monitorindonesia.com, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, penjelasan yang dianggap terlalu sederhana justru berpotensi memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Jika penanganan kasus tidak dibuka secara utuh, kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto bisa terus tergerus.
Fernando menilai, ketidakjelasan pengungkapan kasus ini perlahan dapat merusak legitimasi pemerintah dan memunculkan anggapan bahwa pemerintahan saat ini bergerak ke arah otoritarianisme yang anti kritik.
“Seharusnya Presiden Prabowo memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kepercayaan publik. Jangan biarkan kepercayaan itu dirusak oleh orang-orang di sekelilingnya, termasuk oleh institusi yang pernah membesarkan namanya,” ujarnya.
Ia pun mendesak agar kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus dibuka seterang-terangnya tanpa ada yang ditutup-tutupi demi melindungi pihak tertentu.
“Saya berharap publik terus mengawal dan menyuarakan agar kasus ini dibuka secara terang-benderang. Jangan ada yang disembunyikan hanya demi melindungi orang-orang tertentu maupun motif sebenarnya,” pungkas Fernando.
Topik:
