14 Germo Bersama 86 Cewek ABG dan 177 Dewasa Dijadikan PSK Diamankan Polda

  • Whatsapp
14 Germo Bersama 86 Cewek ABG dan 177 Dewasa Dijadikan PSK Diamankan Polda
 Jakarta-Monitorindonesia.Com
Anggota Subdit 5 Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya  berhasil pengungkap dan menangkap 14 pelaku (germo) kasus eksploitasi secara ekonomi disertai seksual terhadap anak di bawah umur selama sebulan.

Eksploitasi itu terjadi di beberapa waktu, 07 Januari 2021 di Hotel AA Jakarta Barat, 12 Januari 2021, di Hotel BB Jakarta Selatan, 19 Januari 2021, di Hotel CB, Jakarta Selatan, 22 Januari 2021, di Hotel KK Jakarta Barat,  27 Januari 2021, di Hotel YY, Jakarta Barat, lalu 04 Februari 2021, di Hotel NN Jakarta Barat.

Kemudian di tanggal 09 Februari 2021, di Hotel QQ, Jakarta Selatan, 16 Februari 2021, di Hotel II, Jakarta Selatan dan tanggal 23 Februari 2021, di Hotel PP, Jakarta Barat.

Untuk itu telah berhasil diamankan 263 orang dengan rincian, 86 di bawah umur dengan berbagai peran lalu 177 orang dewasa dan 14 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka sebagai germo. Dengan barang bukti berupa Uang Rp.10.000.000, 10 Kondom bekas pakai, 105 Kondom belum terpakai dan 15 Handphone.

Awalnya pelaku dengan anak korban berkenalan melalui media sosial yaitu facebook, instagram, michat,

Twitter dan Whatssapp, kemudian korban dijadikan pacar, selanjutnya pelaku membuat akun aplikasi michat dan mengoperasikan aplikasi michat tersebut melalui handphone pelaku yang juga sebagai joki untuk menawarkan korban kepada laki-laki melalui apliikasi michat sebagai wanita.

Dalam hal ini,  pelaku dengan anak korban berkenalan melalui media sosial yaitu facebook, instagram, michat, Twitter dan Whatssapp. Selanjutnya korban dan pelaku bertemu di tempat tongkrongan atau tempat makan.

Kemudian pelaku menjadikan pacar dan mengajak anak korban untuk menginap di hotel selama beberapa hari. Nah, selama pelaku dan korban menginap di hotel pelaku melakukan hubungan layaknya suami istri.

“Anak korban diberikan tarif 300.000, sampai 500.000 di aplikasi michat.” kata Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus, Kabid humas polda metro jaya.

Di dalam kamar hotel, satu orang anak korban bisa memiliki 2 sampai 3 Joki atau pencari tamu.

Uang dari hasil prostitusi online yang ditawarkan pelaku melalui aplikasi michat, digunakan untuk membayar sewa kamar hotel, kebutuhan sehari-hari yang ditanggung oleh anak korban. Para Joki juga mendapat fee sebesar Rp. 50.000, sampai 100.000, per tamu.

Untuk itu para tersangka dikenakan Pasal 88 Jo 76 I UU RI No.17 tahun 2016tentang perlindungan anakdan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP. Dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp. 200 juta. (tak)

Pos terkait