2.667 Pelanggan PLN Di Jakarta Timur & Bekasi Alami Pemadaman Listrik Karena Banjir

  • Whatsapp
2.667 Pelanggan PLN Di Jakarta Timur & Bekasi Alami Pemadaman Listrik Karena Banjir
PLN UID Jakarta Raya memadamkan listrik ribuan pelanggan sebagai dampak genangan banjir akibat hujan ekstrim yang terjadi di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) pada Jumat (19/2/2021) [istimewa]

Jakarta, MonitorIndonesia.com – Sebanyak 2.667 pelanggan PLN UID Jakarta Raya di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi terdampak pemadaman listrik karena genangan banjir akibat hujan ekstrim yang terjadi di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) pada Jumat (19/2/2021).

Hal tersebut menyebabkan sejumlah lokasi tergenang dan banjir. Hal tersebut menyebabkan PLN terpaksa melakukan penghentian aliran listrik sementara demi keselamatan jiwa warga.

General Manager PLN UID Jakarta Raya Doddy B. Pangaribuan mengatakan hingga Jumat siang terpantau sebanyak 7 gardu listrik, 7 jurusan jaringan tegangan rendah dan total 2.667 pelanggan terdampak.

“Hingga pukul 14.00 WIB, baru 1 gardu dan 341 pelanggan yang menyala. Adapun wilayah di Jakarta Raya yang masih padam akibat lokasi rumah warga terdampak banjir yaitu Jakarta Timur di Cipinang Bali, Cipinang Melayu, Cipinang Bali 4. Sedangkan daerah Bekasi yang padam yaitu Komp. Dosen IKIP, Kel. Jatikramat, Kec. Jatiasih, Jl. Bintara Jaya II, Jl. Kalimalang dan Perum Pondok Gede Permai (Jl. Merak, Jl. Nusa Indah,  Jl. Sunan Drajat),” ujar Doddy Pangaribuan, Jumat (19/2/2021).

Pihaknya telah menyiagakan kurang lebih 2.371 personel, melengkapi 6 gardu pemasok rumah pompa dengan peralatan switching, serta melakukan inspeksi dan pemeliharaan terhadap kabel tegangan rendah untuk segera dilakukan perbaikan apabila terjadi anomali, terutama di lokasi yang sering digunakan untuk berteduh pada saat hujan.

“Kepada masyarakat yang wilayahnya mulai tergenang air, kami menghimbau untuk dapat mematikan listrik dari Miniature Circuit Breaker (MCB), mencabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak, menaikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman,” tambah Doddy Pangaribuan.

“Ada beberapa hal yang memaksa kami untuk memadamkan listrik, seperti jika gardu distribusi terendam, rumah pelanggan terendam, rumah pelanggan dan gardu distribusi terendam, atau jika Gardu Induk terendam. Hal ini kami lakukan demi keselamatan masyarakat bersama. Kami pun terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam langkah-langkah mitigasi pada musim hujan ini,” tutur Doddy Pangaribuan.

Setelah banjir surut, pastikan semua alat elektronik dan jaringan listrik dalam keadaan kering. PLN juga memastikan semua jaringan distribusi listrik dalam keadaan kering dan aman untuk menyalurkan energi listrik. Setelah semua aman baik di sisi pelanggan maupun PLN, maka kedua belah pihak menandatangani berita acara penormalan kembali aliran listrik pascabanjir.

Masyarakat bisa melihat informasi wilayah padam melalui website pelita.plnjaya.co.id serta menghubungi Contact Center 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile untuk mendapatkan informasi gangguan listrik maupun informasi pelayanan kelistrikan lainnya.

Pos terkait