Soal Pergantian Panglima TNI, Dasco: Itu Hak Prerogatif Presiden

  • Whatsapp
Sufmi Dasco Tak Keberatan Kompleks Parlemen Jadi RSD Covid-19
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.[Dok]

Monitorindonesia.com – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menanggapi sejumlah nama Perwira Tinggi (Pati) TNI yang disebut-sebut berpotensi untuk menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI yang akan berakhir pada bulan November 2021 ini. Dirinya mengatakan bahwa hingga saat ini DPR belum mendapat surat pemberitahuan soal siapa sosok pengganti Marsekal Hadi itu.

“Sampai saat ini kita belum mendengar berita itu dan belum juga menerima surat sehingga kita di DPR. Belum bisa berkomentar lebih jauh,” kata Sufmi Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/6/2021).

Lebih lanjut, Legislator Gerindra itu mengatakan kalau sampai saat ini DPR masih berfokus kepada lonjakan pasien Covid-19 yang belakangan semakin meroket di berbagai wilayah di Tanah Air.

“Kita sedang fokus pada lonjakan Covid yang tinggi pada saat ini,” ucap Ketua Harian DPP Gerindra seraya menyebut bahwa pemilihan Panglima TNI untuk menggantikan Marsekal Hadi sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden yang tak bisa diintervensi pihak manapun.

Diketahui, terdapat dua nama potensial yang muncul. Diantaranya Jenderal TNI Andika Prakasa yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)  dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, maka presiden akan mengajukan satu nama calon Panglima TNI untuk menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi I DPR RI. (AAS)

Pos terkait