30 Kamera Berjalan Helmet Cam, Dash Cam, dan Body Cam Diluncurkan

  • Whatsapp
30 Kamera Berjalan Helmet Cam, Dash Cam, dan Body Cam Diluncurkan
Monitorindonesia.com – Salah satu program 100 hari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang melarang anggota polantas menilang di jalanan.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo, menjelaskan, ETLE mobile merupakan penindakan menggunakan kamera ETLE portabel secara mobile atau berpindah-pindah tempat. Di antaranya menggunakan helmet cam, dash cam, dan juga body cam.
Disampaikan, 30 kamera ETLE mobile dioperasikan petugas dengan menggunakan mobil atau sepeda motor patroli. Kamera ETLE mobile bisa merekam pelanggaran-pelanggaran lalu lintas yang ditemui anggota ketika melakukan patroli, terutama di titik-titik rawan pelanggaran yang belum terpasang kamera ETLE stationer.
“Ketika petugas menemukan pelanggaran nanti akan terekam di kamera itu. Misal, di helm nanti ada pelanggar marka dia nengok kan nanti sudah terekam itu. Nanti hasil rekaman itu ketika dia kembali ke kantor masuk ke back office, kemudian dilihat pelanggaran-pelanggaran yang terjadi,” kata Kombes Sambodo Purnomo.
Menurut Sambodo, petugas di back office kemudian akan melihat pelat nomor pelanggarnya, melakukan pendataan dan mengirimkan surat konfirmasi.
“Semua pelanggaran yang terjadi akan diproses sama dengan ETLE, seperti surat konfirmasi dikirim ke rumah yang bersangkutan dengan fotonya, tanggal, tempat, dan sebagainya. Kemudian dia (pelanggar) harus konfirmasi dengan nomor yang tertera iya atau tidak, dan segala macamnya. Ketika dia sudah konfirmasi kemudian kita kirimkan kode Briva (BRI Virtual) dan dia bayar lewat ATM dan sebagainya. Kalau dia tidak konfirmasi atau bayar tilang, maka denda tilangnya akan kita tambahkan ketika yang bersangkutan bayar pajak. Kita akan blokir STNK-nya dan ketika yang bersangkutan bayar pajak, dia harus bayar pajak plus denda tilangnya,” ujarnya. (tak)

Pos terkait