Pendapatan Pajak DKI 2020 Anjlok 30 Persen

  • Whatsapp
Pendapatan Pajak DKI 2020 Anjlok 30 Persen
Sri Haryati

Jakarta Monitor Indonesia.com – Secara keseluruhan  penerimaan pajak DKI Jakarta pada tahun anggaran 2020 anjlok hingga 30 persen.  Pajak daerah yang terkumpul hanya Rp 31,8 triliun dari target awal 50,1 triliun.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Pemprov DKI Jakarta, Sri Haryati mengatakan, penurunan pendapatan pajak ini terjadi di 13 jenis pajak yang biasa diterima Pemprov DKI. Hanya pajak dari cukai rokok saja yang melebihi target yang ditetapkan.

“Dari 13 jenis pajak hampir semuanya terkoreksi, yang meningkat itu hanya satu yaitu di pajak rokok itu ia bahkan melebihi dari target,” ujar Sri dalam webinar di Jakarta, Minggu (7/02/2021).

Tak hanya pendapatan pajak DKI, Dana Bagi Hasil (DBH) pun meleset mejadi Rp 13,6 triliun dari sebelumnya ditargetkan Rp 18,3 triliun. Sehingga secara keseluruhan pajak penerimaan di DKI Jakarta terkoreksi hingga 30 persen.

Dalam anggaran 2021, DKI menargetkan penerimaan pajak tahun 2021 sebesar Rp 43,3 triliun. Untuk mencapai target DKI terus berupaya melakukan digitalisasi pembayaran pajak untuk memudahkan pembayaran pajak.

Pemprov DKI, kata dia, juga akan memaksimalkan penarikan pajak dari pendapatan pajak daerah. Sumber pendapatan seperti dari Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan lainnya akan disesuai dengan kondisi terkini.

“Berbagai relaksasi yang diberikan Pemprov tahun 2020 lalu akan tetap diteruskan. Kondisi perekonomian terpantau belum menunjukkan perbaikan,” katanya.[MI/man)

 

Pos terkait