Survey LPMM: 76,7 Persen Responden Optimistis Jokowi-Maruf Mampu Atasi Dampak Covid-19

  • Whatsapp
Survey LPMM: 76,7 Persen Responden Optimistis Jokowi-Maruf Mampu Atasi Dampak Covid-19
Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Masyarakat Millenial (LPMM), Daniel Safnat Paaneah.[MI Dok]

Jakarta Monitorindonesia.com – Lembaga Penelitian Masyarakat Millenial (LPMM) merilis hasil survey untuk mengukur persepsi publik terhadap kinerja pemerintahan  Jokowi-Maruf Amin dan dinamika politik nasional pada 5 -16 Januari 2021.  Survei dilakukan di 420 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Dari hasil temuan survey, sebanyak 76,7 persen responden memiliki  kepercayaan tinggi dan rasa optimis kepada pemerintah Jokowi-Maruf untuk mengatasi dampak Covid 19 terhadap pemulihan perekonomian dan perlindungan kesehatan masyarakat dari dampak pandemi Covid 19. Sedangkan sisanya 23,3 persen merasa pesimis terhadap pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi.

“Hasil temuan survei  menunjukkan kondisi ekonomi rumah tangga saat ini lebih buruk selama satu tahun penyebaran Covid-19. Sebanyak 52,6 persen menjawab lebih buruk dan 9,2 persen jauh lebih buruk. Hanya 8,6 persen yang menyatakan merasa lebih baik. Sementara itu, terdapat 29,6 persen responden yang menilai tidak ada perubahan,” ujar Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Masyarakat Millenial, Daniel Safnat Paaneah, dalam siaran persnya yang diterima monitorindoneisa.com, Kamis (11/02/2021).

Daniel menejlaskan, ketidakstabilan kondisi perekonomian akibat pandemi Covid-19 semakin dirasakan dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya rumah tangga. Padahal, Konsumsi rumah tangga, sebagai penopang utama perekonomian melambat secara signifikan, dimana pada akhirnya memengaruhi kinerja industri dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Dari hasil temuan survei ada penurunan ekonomi keluarga sebanyak 38,9 persen menyatakan pendapatan menurun atau tidak ada pendapatan karena terjadi PHK ditempat bekerjanya. Selain itu pemotongan gaji dan sebanyak 40,7 % karena penurunan penghasilan dari usaha mandiri atau wiraswasta nya.

“Sementara 20,4 persen menyatakan kehilangan pendapatan karena makin minim pekerjaaan serabutan karena dampak pembatasan mobilitas masyarakat,” katanya Daniel.

Survei ini mengambil sample sebanyak 1.324 Responden yang mewakili Warga Negara Indonesia. Sampel dipilih secara acak dari populasi pemilih yang berusia 17 tahun ke atas/sudah menikah dan yang sudah memiliki Hak Pilih jika diadakan Pemilu.  Survei ini memiliki margin of error +/-2.7% dengan tingkat Kepercayaan 95 %.

Survei dilakukan dengan media saluran telepon untuk mengambil data survei dari 1324 oleh Surveyor yang terlatih, penentuan responden mengunakan metode “Home Location Register”. HLR adalah singkatan dari “Home Location Register” dari kata-kata tersebut kita dapat mengartikan bahwa kartu kita mempunyai domain register pada area tertentu yang menentukan lokasi dimana sim card active.[MI/man]

Pos terkait