Program Pendidikan Kemendikbud Dinilai Hanya Sebatas Jargon

  • Whatsapp
Program Pendidikan Kemendikbud Dinilai Hanya Sebatas Jargon

Jakarta, Monitorindonesia.com – Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, berbagai program yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di era pandemi seperti Program Kampus Merdeka atau Kampus Mengajar, selama ini hanya sebatas nyaring sebagai jargon saja.

“Kita tahu di era pandemi ini dunia pendidikan kurang terurus secara baik. Ada Kampus Merdeka, sekarang ada Kampus Mengajar, itu seakan-akan jargon saja, belum terimplementasi secara baik,” kata Jazilul dalam keterangannya, Minggu (14/2/2021).

Karena itu, Gus Jazil sapaan akrab politisi PKB ini berharap agar para doktor ilmu manajemen yang tergabung Munas IKADIM bisa mengeluarkan beberapa rekomendasi, utamanya terkait kebijakan di dunia pendidikan. Hal itu menjadi penting karena masa depan bangsa yang sangat tergantung pada peningkatan sumber daya manusia.

Menurutnya, persoalan ini perlu disuarakan dan para doktor manajemen pendidikan dan ilmu manajemen yang lain di UNJ harus menawarkan konsep tentang kebijakan pendidikan di Indonesia kedepan. Apalagi, pandemi Covid-19 diprediksi akan berlangsung cukup lama, bisa mencapai delapan semester.

“Kalau delapan semester itu satu sarjana. Bisa jadi tiba-tiba anak kita sudah lulus kuliah, tanpa pernah ada di meja perkuliahan, tapi hanya dengan metode virtual saja. Menurut saya ini menjadi penting untuk kita pikirkan, apalagi bagi para doktor ilmu manajemen,” katanya.[MI/odr]

Pos terkait