Selamatkan Dana Buruh di BPJamsostek

  • Whatsapp
Selamatkan Dana Buruh di BPJamsostek
Menara BP Jamsostek Jakarta.[dok]

Jakarta, Monitorindonesia.com – Proses penyidikan yang sedang dilakukan oleh Kejaksaan Agung terhadap dana investasi yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) terus menimbulkan kebingungan di kalangan Pekerja/buruh dan Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB). Dana buruh yang dikelola BPJamsostek yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dan memberikan imbal hasil yang terus meningkat diharapkan bisa memperbaiki kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.

“Keberadaan BPJamsostek selama ini dirasa sangat penting dan strategis untuk mendukung perlindungan sosial bagi pekerja dan keluarganya,” ujar Koordinator Komite SP/SB peduli Jaminan Sosial Saepul Tavip dalam keterangan tertulisnya yang diterima monitorindonesia.com di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

Perlindungan sosial BPJamsostek  melalui berbagai manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun. Saeful mendesak agar Kejaksaan Agung bekerja secara obyektif dan professional guna mendapatkan kebenaran materil atas dugaan yang masih bersifat potensi kerugian (unrealized loss).

“Semua pihak termasuk SP/SB bisa menahan diri untuk tidak memberikan pendapat atau komentar berlebihan yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan pekerja peserta BPJamsostek dan masyarakat,” kata Saepul.

Kendati kasus ini masih dalam proses di Kejaksaan Agung, SP/SB berharap kualitas pelayanan BPJamsostek kepada peserta tetap berjalan dengan semestinya dan semoga bisa lebih ditingkatkan. Dengan dana yang masih sangat cukup besar di BPJamsostek, diharapkan semua peserta BPJamsostek tidak perlu merasa khawatir atas hak-haknya.

“Saya mengajak semua elemen Gerakan SP/SB untuk sama-sama mengawal proses investasi dana buruh di BPJamsostek,” kata Saepul Tavip.

Sebagaimana diketahui Kejaksaan Agung kini terus menyelidiki dugaaan korupsi pengelolaan dana investasi di BPJamsotek. Kerugian negara diperkirakan mencapai triliunan rupiah.[man]

Pos terkait