Menanti Figur Pengayom Kosgoro 57

  • Whatsapp
Menanti Figur Pengayom Kosgoro 57
Ketua PDK Kosgoro Jawa Timur Yusuf Husni. [Dok MI]

Monitorindonesia.com – Organisasi besar, modern dan demokratis cerminannya adalah mampu melaksanakan program secara konsisten dan dapat dirasakan oleh anggota serta masyarakat banyak. Dalam proses regenerasi kepemimpinan dalam oraganisasi berjalan alami  berjenjang secara proporsional dan profosional.

Dalam Mubes 4 Kosgoro yang digelar pada akhir Maret 2021 mendatang ada 3 hal penting yang dibicarakan  sebagai landasan menjalankan organisasi. Pertama pertanggung jawaban pengurus lama, kedua membuat program kedepan dan terakhir memilih kepengurusan baru.

Ada dua hal penting yang membutuhkan kesungguhan dalam penerapannya yakni mengenai tupoksi kerja Kosgoro 57 agar fokus dan lebih serius dalam bidang garapannya yaitu peningkatan SDM, perekonomian dan sosial budaya.

Ada juga benang merah  Kosgoro 57 (K 57) dengan Partai Golkar berkewajiaban memberikan kontribusi politik demi kejayaan partai berlambang pohon beringin. Dalam perjalanan K57 selama ini orientasi politiknya lebih mengedepankaan tupoksi kerja K 57.

Kepentingan politik kader  K 57 masih sangat dibutuhkan dukungan politik yang memadai. Pemahaman singkatnya bukan menempatkan posisi mayoritas tapi juga jangan termajinalkan.

Kebesaran PG dibutuhkan kerja sama dengan seluruh Hasta Karya  secara proporsional dan profesional dengan menempatkan posisi sebagai sparing patner yang artinya berlatih bersama untuk meningkatkan kualitas masing-masing untuk kejayaan PG.

Ibarat olah raga tinju,  boleh saling memukul tetapi tidak boleh saling menyakiti.  Sehubungan dengan hal itu di Mubes nanti dibutuhkan figur yng mampu merealisasi tugas pokok K57 dan mampu menempatkan posisi K57 sebagai bargaining position yang memadai demi kepentingan politik bersama.

PDK 57 Jawa Timur melihat dan merasakan ada aura negatif untuk merealisasi yang kami sampaikan tersebut. Semangat K57 didirikan atas kesadaran yang sangat tinggi dengan menempatkan posisi Tri Darma sebagai semangat perjuangan organisasi K57.

Ketua Umum K 57 Agung Laksono bersama teman-teman seperjuangan telah menyelamatkan organisasi bahwa nepotisme merupakan bencana besar bagi kelangsungan organisasi. Terbukti K 57 sekarang menjadi organisasi besar yang telah mendapat tempat di masyarakat. dan mampu menjaga dan membesarkan PG.

Ada suatu masalah besar yang dihadapi K57 kedepan selain merealisasi secara nyata dengan lebih baik tupoksi organisasi dan juga menempatkan posisi bargening politik yang memadai. Sehingga Mubes K 57nanti dibutuhkan figur yang dapat merealisasikan apa yang telah kami sampaikan.

PDK 57 Jatim mengingatkan baik sebagai  sahabat dan teman seperjuangan di organisasi bahwa tantangan oraganiasasi kedepan lebih penting dari pada kepentingan pribadi. Sampai hari ini teman-teman seperjuangan yang telah menempatkan dirinya sebagai tokoh nasional belum ada yang mengingatkan dan mempunyai kepedulian keberadaan organisasi kedepan.

Harapan PDK K 57 Jatim banyak kader 57 sebagai  tokoh Nasional untuk tampil  dalam Mubes 4 mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PPK K 57 periode 2021- 2026. Dengan menyampaikan visi misinya untuk siap menjawab tantangan yang disampaikan diatas.

Sehingga kami bisa melihat , memperhatikan dan sekaligus menilai siapa diantara mereka yang mempunyai kesungguhan demi kelangsungan dan kejayaan K57 ke depan. Salam solidaritas.

 

Penulis

Yusuf Husni

Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro Jawa Timur

 

Pos terkait