PDK Kosgoro 57 Surabaya Tuding Wantimpres Agung Laksono Tak Netral

  • Whatsapp
PDK Kosgoro 57 Surabaya Tuding Wantimpres Agung Laksono Tak Netral
Pidato putra Wantimpres Agung laksono yakni Dave Laksono di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Sosialisasi Caketum K57 dibungkus Orentama dihadiri seluruh PDK57 se Kalimantan pada Jumat (19/02/2021).[ist]

Surabaya, Monitorindonesia.com – Menjelang Musyawarah Besar (Mubes) 4 Kosgoro 1957 (K57) yang rencananya digelar akhir Maret 2021, politisi senior Partai Golkar Agung Laksono (AL) mendapat kritikan tajam dari ketua PDK 57 Surabaya. Pasalnya AL dinilai posisinya tidak netral dan memanfaatkan potensi kekuasaan memaksakan putranya Dave Laksono sebagai calon ketua umum K57.

Ketua PDK K57 Surabaya Ilhamsyah Maittumu mengingatkan Agung Laksono dan oknum-oknum penyesat Tridarma sebagai marwah perjuangan K57. Ilhamsyah menilai sosok tokoh nasional AL dari kader kosgoro 57 dalam Proses perjalanan karirnya sebagai anak bangsa yang paling paripurna di Indonesia adalah Agung Laksono baik sebagai tokoh masyarakat, politisi maupun birokrat.

“Tidak bisa dipungkiri melalui baju K57 beliau bisa menghantarkan dirinya sebagai tokoh Nasional salah satu terbaik di Indonesia. Parameternya sangat sederhana siapa yang tidak mengenal beliau (Agung Laksono) banyak kepercayaan yang diberikan kepada beliau baik di organisasi sosial, funsional , politik dan birokrasi yang tidak dimiliki banyak orang,” ujar Ilhamsyah dalam keterangan tertulisnya kepada monitorindonesia.com, Sabtu (20/02/2021).

Sebagai kader K57 Surabaya, Ilhamsyah sangat bangga dengan AL ada kader K57 selama hidupnya telah mengabdikan dirinya untuk kepentingan rakyat bangsa dan negara. “Keberadaan beliau sekarang bukan saja milik K57 tapi sudah merupakan milik seluruh rakyat Indonesia sehingga beliau sangat layak untuk menjadi panutan dalam menjalani kehidupan ini agar punya MAKNA dari segala sendi kehidupan..

“Kami K57 Surabaya merasakan ada nuansa dan aroma pengingkaran pengabdian dengan nuansa nepotisme yang sampai hari merupakan barang haram demi kelangsungan K57, dibuat seakan Demokratis tapi prakteknya melakukan penindasan hak kader dengan terstruktur dan masif. Dalam suksesi nepotisme didukung oknum-oknum penyesat calon perusak masa depan K57,” katanya.

Menurutnya, dengan melakukan pembiaran bahkan memberikan pembenaran tentang langkah AL yang sangat sangat jelas merugikan kader K57. ” Beliau sekarang posisinya sebagai Wantimpres yang sangat terikat dengan aturan yang melekat. Mubes 4 wajib hukumnya menghasilkan pijakan kebijakan kedepan dengan kualitasnya yang lebih baik dengan tetap berpedoman tridarma sebagai semangat perjuangan untuk kepentingan rakyat,” katanya.[man]

Pos terkait