FSP BUMN Bersatu Optimistis Perekonomian Nasional Segera Bangkit

  • Whatsapp
FSP BUMN Bersatu Optimistis Perekonomian Nasional Segera Bangkit
Ferdinad Situmorang. [MI dok]

Jakarta, Monitorindonesia.com – Setelah selama 1 tahun terkontraksi akibat dampak Covid- 19, prospek ekonomi akan lebih optimis untuk tahun 2021 menyusul program stimulus fiskal yang mendukung. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan pulih denga lebih berarti pada tahun 2021 dimana setelah kontraksi ekonomi yang relatif ringan pada tahun 2020 dibandingkan negara lain.

Hal ini sebagian disebabkan oleh kebijakan fiskal ekspansif yang diperkirakan akan berlanjut di masa mendatang. Setelah terjadi kontraksi ekonomi sebesar -1,5% pada tahun 2020 akibat dampak Covid 19 , yang terjadi sejak Krisis Keuangan Asia. Perekonomian Indonesia optimis akan tumbuh di kisaran 4,8 % pada tahun 2021.

“Pemulihan ekonomi ini didasarkan pada kegiatan bisnis dan masyarakat yang mulai bisa beradaptasi lebih baik terhadap penyebaran Covid-19, ditambah ekspektasi vaksin tahun depan,” ujar Wakil Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Ferdinand Situmorang, Minggu (21/02/2021).

Ferdinad menjelaskan, mobilitas yang lebih tinggi juga berpotensi untuk meningkatkan konsumsi yang tidak kalah penting, seperti peningkatan komsumsi makanan dan minuman di restorane dan supermarket,serta komsumsi pakaian dan alat elektronik serta hiburan. Di tengah permintaan konsumen yang selama tertahan akibat pembatasan yang mana belanja komsusi sektor tersebut sebagian besar didukung oleh komsusi dari populasi muda dan berpenghasilan menengah yang semakin meningkat.

Dengan kebijakan fiskal ekspansif yang berkelanjutan pada tahun 2021, berdasarkan target pemerintah sebesar 5,7% dari PDB, fokus utamanya adalah pengeluaran untuk infrastruktur dan program bantuan sosial akibat covid 19 , dimana untuk sektor pembangunan proyek Infrastruktur sekitar 90 dari 245 Proyek Strategis Nasional (NSP) telah diselesaikan. Sementara sisanya diharapkan pada akan berlanjut di tahun 2021.

“Sehingga Prospek laju kegiatan ekonomi yang meningkat akan mengarah pada penciptaan lapangan kerja yang lebih tinggi dan berdampak positif untuk perekonomian nasional ke depan. Selain itu pula penerapan UU Ciptaker akan berdampak positif bagi tumbuhnya investasi baru, dimana dengan UU tersebut lebih friendly bagi iklim investasi di indonesia,” jelasnya.

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan tumbuh 8,0% menjadi 9,0% pada tahun 2021.Hal itu sejalan dengan ekspektasi progran vaksinisasi dan ketersedian vaksin Covid-19 untuk menanggulangi covid serta pelonggaran social distancing yang tetap memperhatikan protokol kesehatan akan memulihkan mobilitas perekonomian domestic yang berdampak tumbuh nya aktivitas pasar Keuangan , serta peningkatan komsumsi Barang dan jasa Konsumen, dan dimulainya kembali pembangunan Infrastruktur pada tahun 2021.

Menurutnya, sektor komsumsi masyarakat merupakan sektor yang defensif dengan karakteristik yang tangguh sedangkan yang kedua pertumbuhan ekonomi berkembang dari sektor belanja pemerintah yang akan memfokuskan kembali pembangunan proyek proyek strategis mengalami penundaan secara paksa pada tahun 2020.

“Kombinasi dari imbal hasil obligasi dan surat hutang global yang negatif dan inflasi yang rendah kemungkinan besar akan menyebabkan imbal hasil obligasi pemerintah di tingkat domestik menjadi turun

Bank Indonesia (BI) juga diproyeksikan untuk memangkas suku bunga acuan lebih lanjut hingga 25 basis poin pada 1Q 2021, sehingga suku bunga reverse repo tujuh hari turun menjadi 3,5% pada Kwartal 1 2021,” tutur Ferdinand.

Ferdinad menambahkan, walau nilai tular rupiah terhadap US Dollar tetap lemah, di prediksi Rupiah Indonesia (IDR) akan melemah ke 14.300 terhadap USD pada kwartal 1 2021 dan 14.400 pada Kwartal 2 2021, walau suku bunga bank Indonesia rendah masih tetap menarik masuk nya arus modal ke dalam negeri sejalan dengan keberhasilan pemerintah Jokowi dalam penanganan pemulihan pemulihan ekonomi akibat dampak Covid 19 yang di pimpin oleh Ketua KPC19-PEN Airlangga Hartarto yang juga merupakan Menko Perekonomian.

“Dari sisi pengeluaran pemerintah yang berkelanjutan untuk pembiayaan proyek infrastruktur juga akan meningkatkan laju kegiatan ekonomi pada tahun 2021,” tandasnya.[man]

Pos terkait