Banjir Jakarta, Djarot: Kalau Kerjanya Biasa-Biasa Saja Susah…

  • Whatsapp
Banjir Jakarta, Djarot: Kalau Kerjanya Biasa-Biasa Saja Susah...
Banjir Jakarta Dalam Angka.[MI Foto]

Jakarta, Monitorindonesia.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berkomentar soal banjir Jakarta yang sempat menenggelamkan sebagian wilayah ibukota pada Sabtu kemarin. Djarot pun menyindir filosofi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani banjir.

Djarot menduga filosofi Anies dalam penanganan banjir, yakni menahan air, bukan mengalirkannya ke laut. Padahal, menurutnya, air harus dialirkan ke laut agar banjir tidak terjadi di daratan Jakarta.

Bacaan Lainnya

“Karena filosofinya berbeda. Mungkin filosofinya lebih arif, air itu ditahan saja biar lama supaya kita bisa dapat ikan di situ bikin kolamnya. Air ini kan seharusnya dialirkan ke laut,” kata Djarot dalam keterangan tertulis, Minggu (21/2/2021).

Politisi PDI Perjuangan itu  mengatakan, cuaca ekstrem telah lama diprediksi akan terjadi di Jakarta. Oleh karena itu, perlu kerja keras kepala daerahuntuk mengantisipasi perubahan iklim. “Kalau kerjanya biasa-biasa saja susah,” ucap Djarot.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Raditya Jati menyebutkan berdasarkan laporan banjir pada PetaBencana.id dan BPBD DKI Jakarta ada 142 RW di DKI Jakarta terdampak banjir.

“Hingga Sabtu malam (20/2/2021), dalam 24 jam terakhir telah terkumpul 349 laporan dari masyarakat dan 142 RW di Jakarta telah terdampak banjir. Platform ini juga mengalami kenaikan sebesar 2.000 persen dalam kurun waktu tersebut, Hal ini dikarenakan warga yang ingin memanfaatkan informasi banjir dalam menghindari bahaya dan mengambil keputusan darurat,” ujar Raditya Jati.

Laporan banjir PetaBencana.id dikumpulkan dengan metode crowdsourcing yang memanfaatkan informasi masyarakat melalui kanal media sosial, seperti Facebook, Telegram, dan Twitter, dan aplikasi lokal Qlue dan PasangMata.com.

Selain memanfaatkan laporan dari media sosial warga yang langsung ditampilkan dalam web secara real-time, platform ini juga terhubung dengan laporan resmi yang diinput oleh instansi pemerintah, dalam hal ini BPBD DKI Jakarta

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan kejadian banjir pada Sabtu (20/2), pukul 15.00 WIB, di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Kota Jakarta Timur. Sebanyak 333 KK atau 1.109 jiwa terdampak di kawasan tersebut atau sekitar 23 RT (8 RW). Berdasarkan perkembangan pada pukul 14.00 WIB, Jumlah warga mengungsi berjumlah 1.222 jiwa, dengan rincian dewasa 918 jiwa, remaja 151, balita 89 dan lansia 64.[hts]

Pos terkait