Jamkrindo Bantu Pemberdayaan Ekonomi Petani Kopi Garut

  • Whatsapp
Jamkrindo Bantu Pemberdayaan Ekonomi Petani Kopi Garut

Jakarta, Monitorindonesia.com – PT Jamkrindo gulirkan program sinergi penguatan ekonomi Desa berkelanjutan melalui pembinaan petani kopi Dukuh di Garut, untuk meningkatkan kualitas kopi dan memberikan nilai tambah bagi petani kopi. Program Bina Lingkungan ini merupakan inisiasi dari Indonesia Financial Group (IFG) sebagai holding, dan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu kota dan komunitas berkelanjutan.

Sekretaris Perusahaan PT Jamkrindo, Abdul Bari dalam siaran tertulisnya, Minggu (21/2/2021) mengatakan bahwa PT Jamkrindo sebagai anggota dari holding IFG, secara rutin dan berkesinambungan telah berkontribusi serta melibatkan diri secara aktif menciptakan dan menumbuhkembangkan UMKM melalui program-program pemberdayaan masyarakat melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

“Program yang dilakukan berupa program penguatan ekonomi desa berkelanjutan melalui sinergi dengan pihak-pihak terkait,” katanya.

Sinergi program penguatan ekonomi Desa yang dilaksanakan oleh PT Jamkrindo ini bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan Perhutani serta sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang ada di Garut yakni Salarea Foundation, Kelompok kerja Salarea, GP Ansor dan Ansoruna Business School.

“Program yang digulirkan yakni pengembangan demplot kopi, pelatihan kopi Salarea dan peresmian pawon kopi Salarea,” tambahnya.

PT Jamkrindo menyerahkan bantuan program bina lingkungan berupa mesin pengolah kopi kepada Pokja Salarea dan pemberdayaan masyarakat yakni perlatihan mengolah kopi dan menyeduh kopi dengan total bantuan senilai Rp 70 juta. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Cibatu, Garut pada Sabtu, 20 Februari 2021, disaksikan oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Garut, Muksin dan Anggota DPRD Garut Jauhat Anwari dan juga pejabat daerah setempat.

Hadir dalam kesempatan ini Direktur Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto, Kepala Bagian Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Jamkrindo Nenden Kania Puji Asri dan tim PT Jamkrindo perwakilan Cabang Bandung.

Kesempatan itu, Muhammad Amin dari Salarea Foundation mengatakan Salarea secara aktif telah memberikan pendampingan kepada masyarakat memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM di berbagai daerah.

“Untuk penguatan ekonomi masyarakat sekarang ini kita fokuskan untuk menciptakan produk sehingga bisa memberikan nilai tambah secara langsung di masyarakat,” katanya.

Pihaknya juga memberikan apresiasi pihak-pihak terkait yang telah membantu memberikan dukungan dalam program-program pemberdayaan masyarakat.

Toto mengatakan Universitas Indonesia dengan SDM yang dimilikinya memberikan dukungan penuh untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program sinergi ini.

“Melalui sinergi UI memberikan pendampingan manajerial dari hulu dan hilirya untuk bersama-sama membantu pemberdayaan masyarakat,” kata Toto.

Perhutani sebagai pemilik lahan di Garut dalam hal ini juga memberikan dukungan dengan menyediakan lahannya untuk diberdayakan bagi petani kopi di Garut melalui program perhutanan sosial.
Program PKBL model pemberdayaan berbasis komunitas PT Jamkrindo telah diimplementasikan di Geopark Ciletuh, para petani mete di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, PT Jamkrindo secara berkesinambungan juga telah memberikan bantuan bina lingkungan meliputi bidang pendidikan, pemberdayaan UMKM, dan kesehatan di seluruh Indonesia melalui kantor PT Jamkrindio di daerah.[ery]

Pos terkait