Pasca Aksi Polisi Coboy, RM Cafe Ditutup Selamanya

  • Whatsapp
Pasca Aksi Polisi Coboy, RM Cafe Ditutup Selamanya
Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat.[ist]

Monitorindonesia.com – Pasca- aksi polisi coboy yang menewaskan 3 orang pada Kamis (25/2/2021) kemarin, RM Cafe Cengkerang resmi ditutup aparat Satpol PP Jakarta Barat. RM Cafe dinsebut sudah tiga kali melakukan pelanggaran.

“Jadi hari ini kita melakukan penutupan permanen karena RM Cafe ini sudah melakukan tiga kali pelanggaran, berdasarkan tindakan yang sudah dilakukan Satpol PP,” kata Kasatpol PP Jakbar Tamo Sijabat, di RM Cafe, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (26/2/2021).

Bacaan Lainnya

RM Cafe telah terbukti melanggar Pergub Tahun 2021 sehingga langsung ditutup. Tamo juga mengungkap mengapa RM Cafe ini masih bisa lolos dari pengawasan petugas Satpol PP Jakbar.

Ketika ditanya kenapa RM Cafe lolos dari pengawasan di masa PPKM, Tamo mengaku pengawasan Satpol PP selama ini berpindah-pindah. “Kita lakukan umpamanya hari ini di Cengkareng, berarti Oktober fokus di Cengkareng. Kemudian, November pindah lagi Kecamatan lain karena Jakarta Barat ini ada 56 kelurahan, 8 kecamatan,” ujarnya.

Penutupan permanen itu juga dihadiri oleh perwakilan pemilik kafe dan Ketua RW 04 RT 012, Cengkareng Barat. Hadir juga Kasatpol PP Kecamatan Cengkareng.

Sebelumnya, peristiwa penembakan yang dilakukan polisi coboy Bripka CS yang menyebabkan tiga meninggal dan satu terluka di Kafe RM, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (25/2/2021) dini hari.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, peristiwa itu bermula ketika CS datang ke kafe itu sekitar pukul 02.00 WIB. Kemudian pelaku melakukan kegiatan minumsampai pukul 04.00 WIB.

“Karena memang kafe sudah akan tutup. Pada saat akan melakukan pembayaran terjadi cekcok tersangka dengan pegawai,” jelas Yusri, Kamis (25/2/2021).

Yusri menjelaskan, dengan kondisi mabuk tersangka Bripka CS kemudian mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan.

“CS mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan terhadap empat orang. Tiga meninggal dunia di TKP, dan satu dirawat di rumah sakit,” ungkapnya.

Yusri menyampaikan, korban meninggal dunia telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri untuk dilakukan autopsi.

“Ada empat korban, tiga meninggal dunia di TKP. Pertama korban inisial S yang merupakan anggota TNI, kemudian kedua saudara FSS, meninggal juga, pegawai cafe tersebut. Kemudian saudara M ini juga sama pegawai. Dan, satu orang sekarang sedang di rawat di rumah sakit inisial H,” katanya.[hot]

Pos terkait