Jadi Tersangka, Nurdin Abdullah Minta Maaf ke Masyarakat Sulsel

  • Whatsapp
Jadi Tersangka, Nurdin Abdullah Minta Maaf ke Masyarakat Sulsel
Gubernur Sulawesi Selatan non aktif Nurdin Abdullah di KPK.[ist]

Monitorindonesia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel. Usai ditetapkan sebagai tersangka, Nurdin meminta maaf kepada masyarakat Sulawesi Selatan atas kasus yang menimpanya.

“Saya ikhlas menjalani proses hukum karena memang kemarin itu tidak tahu apa-apa. Saya mohon maaf,” ujar Nurdin Abdullah sebelum memasuki mobil tahanan KPK, Minggu (28/02/2021) .

Bacaan Lainnya

Nurdin bahkan menyatakan, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel Edy Rahmat melakukan transaksi tanpa sepengetahuan Nurdin sendiri. Nurdin mengaku tak mengetahui sama sekali transaksi itu.

“Sama sekali tidak tahu, demi Allah,” kata NUrdin.

Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan, Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Agung. Tak hanya suap, Nurdin juga diduga menerima gratifikasi dengan total sebesar Rp 3,4 miliar.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan Agung yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.[hts]

Pos terkait