Pasek Suardika Ungkap Kronologi KLB PD 2013, SBY Ketum Lagi

  • Whatsapp
Pasek Suardika Ungkap Kronologi KLB PD 2013, SBY Ketum Lagi
Mantan Politisi partai Demokrat I Gede Pasek Suardika. {ist]

Monitorindonesia.com – Mantan politisi Partai Demikrat (PD), I Gede Pasek Suardika angkat bicara terkait Kongres Luar Biasa (KLB) partai berlambang mercy itu pada 30-31 Maret 2013 di Bali. Anas Urbaningrum (AU) yang saat itu masih memimpin PD, terjungkal di KLB dan digantikan oleh Presiden saat itu Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.

“Banyak yang minta saya bercerita sejarah KLB di Bali via kultwit. Sebenarnya sudah tidak ada urusan dengan yang ramai hari ini. Tapi karena katanya itu sejarah penting untuk memotret yang terjadi hari ini. Bingung juga, ngapain urusi yang sudah berlalu. Tapi berdosa juga jika tidak ungkap fakta kebenarannya,” ujar Pasek
melalui akun twitter pribadi @G_paseksuardika yang dikutip Monitorindonesia.com, Minggu (28/2/2021).

Bacaan Lainnya

Pasek menceritakan, ide menjadikan SBY sebagai Ketum PD berawal sehari sebelumnya dirinya dan AU diskusi memikirkan nasib PD ke depan. Saat itu nasib teman-teman yang akan ikut Pileg 2014 kebingungan. Lalu muncul ide selamatkan partai dengan cara menjadikan SBY ketua umum agar partai tidak pecah.

Ketika ide itu muncul di publik, para caleg uring-uringan. Timsesnya banyak membully Pasek. Tapi Pasek terus kukuh dengan penjelasan terukur dari aspek politis dan yuridis hanya SBY yang bisa menjaga kekompakan demi penyelamatan semuanya yang akan ikut Pemilu.

“Saya dan Anas sangat paham dibalik hingar bingarnya kasus korupsi yang ditempelkan ke AU. Ada motivasi besar Cikeas ingin kuasai penuh PD lagi. Demi teman-teman yang akan nyalon, AU setuju ide untuk mengusung SBY. Jika tidak bersedia maka kubu Duren Sawit siapkan calon,” tulis pasek.

Singkat cerita, terjadi perdebatan seru soal ini. Bahkan “die hard” SBY saat itu terus pasang badan untuk almarhum Pramono Edi Wibowo yang diyakininya diinginkan Cikeas. Tapi kami bacanya beda. Di tengah polemik itu, Pasek mengaku ditelepon Istana dan diminta menghadap SBY.

Pasek pun datang dan saat itu ada Almarhum Bu Ani Yudoyono dan Ibas atau Edhie Baskoro dan setelah bersalaman, langusng diskusi berdua dengan SBY. SBY pun mempertanyakan ide Pasek.

“Saya pun jelaskan semuanya. Waktu pertemuan saat itu sekitar 3-4 hari sebelum pelaksanaan Kongres. Singkat cerita SBY dengan bahasa meyakinkan menyatakan bersedia dan meminta bantuan AU untuk mengkondisikan dan SBY berjanji untuk mengendalikan Marzuki Ali agar tidak maju,” katanya.

Malam itu, usai pertemuan, Pasek pun meluncur ke Duren Sawit menemui AU. Bahwa hasilnya,SBY bersedia jadi ketum dan ini langkah taktis selamatkan teman-teman untuk maju Pileg tidak terganggu. AU tersenyum penuh makna tapi langsung mulai menelpon daerah.

Arahannya jelas, urusan Pasek akan dihadapi sendiri, tapi selamatkan partai dengan dukung pilih SBY. Banyak daerah yang awalnya menolak walau tahu saat itu SBY sedang powerfull di pemerintahan tapi tidak ikhlas AU diperlakukan sebaliknya.

“Disitu saya lihat kematangan AU. Saat pertemuan di Istana tersebut, SBY berjanji akan merangkul semua dan bangkit bersama. Bahkan juga mengajak saya bertemu di Bali untuk lebih lanjutnya. Tentu ini semangat bagus karena ada jiwa besar selamatkan lembaga ditengah adanya friksi internal,” katanya.

Pada saat KLB di Bali, Pasek tidak ikut, meminta izin langsung ke SBY melalui blackberry massenger (BBM) agar KLB berjalan lancar. Sebab banyak DPD dan DPC mau ketemu AU di Bali. SBY pun setuju dan diajak AU ke pasar seni Giwang Sukawati, Kintamani sampai makan malam di Jimbaran.

Ketika sudah dipilih aklamasi, SBY kirim BBM yang isinya kurang lebih untuk ucapkan terimakasih dan titip sampaikan terimakasih ke AU. Juga SBY meminta nama-nama pengurus dari kubu AU. Saat itu rombongan sedang istirahat di rumah Pasek.

“Lalu saya bacakan BBM SBY, AU lalu titip pesan minta waktu besok untuk setor nama. Dan benar keesokan harinya nama disetor tapi semuanya hanyut terbawa banjir kesenangan SBY jadi ketum. Hilang semua, hanya Saan Mustofa yang tetap jadi Wasekjen itupun sebenarnya jabatan tetap bukan dimasukkan. Nama saya hanyut,” katanya.

Sadar akan tipuan, Pasek baru paham ternyata gentlement aggreement sulit bisa dilakukan walaupun dengan figur yang begitu hebat jika memang sudah tidak ada komitmen. Alkisah semua teman-teman AU hilang dari struktur DPP PD. Kuku Cikeas kuat karena pertamakali bapak-anak jadi Ketum dan Sekjen.

“Sebenarnya masih ada sisi lain soal komitmen yang teringkari dari kisah KLB tersebut. Padahal jika mau, AU sangat bisa memainkan kartu truf tetapi demi kekompakan malah semua temannya tersapu habis. Ternyata yang diperjuangkan jauh penampilan dengan isi dalamnya,” ungkapnya.

Pasek mengaku hanya bicara sekelumit sejarah masa lalu, bicara fakta soal KLB 2013 lalu. Soal janji-janji yang diingkari, Pasek mengaku sudah kubur lama. Tetapi sebagaiebuah pelajaran politik Pasek berharap apa yang disampaikan diatas bermanfaat.

“Dan saya hanya bicara KLB masa itu bukan dan tidak ada urusan dengan KLB masa kini. Saya juga tadak mau ikut campur KLB kali ini krn memang tadak ada urusan. Tidak ada kepentingan. Saya hanya berbagi cerita agar yang merasakan angin sorga jangan menganggap diajak ke sorga. Sebab kecewanya itu bisa buat. Sakitnya tu disini. Bagi yang jadi die hard hari ini, silakan belajar dari bang Ruhut Sitompul yang pada akhirnya kabur juga,” katanya.[hts]

 

Pos terkait