Kemendagri: Camat Harus Berperan Aktif dalam Upaya Pencegahan Konflik di Daerah

  • Whatsapp
Kemendagri: Camat Harus Berperan Aktif dalam Upaya Pencegahan Konflik di Daerah
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Pemerintahan Dalam Negeri, Rochayati Basra berfoto bersama di acara Pendidikan dan Pelatihan Teknik Perumusan Strategi Penanganan Konflik bagi Camat di Lingkungan Pemerintah Daerah, Senin (1/3/2021).[ist]

Monitorindonesia.com – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berharap Camat berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan konflik di Daerah.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Teguh Setyabudi yang diwakili Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Pemerintahan Dalam Negeri, Rochayati Basra saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Teknik Perumusan Strategi Penanganan Konflik bagi Camat di Lingkungan Pemerintah Daerah, Senin (1/3/2021)

“Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, Camat diharapkan mampu menjadi garda terdepan pencegahan dan penanganan konflik di wilayahnya masing-masing,” kata Rochayati.

Rochayati pun meyakini bahwa tugas tersebut tidak mudah. Untuk itulah diperlukan upgrading pengetahuan dan pemahaman bagi para Camat yang sedang bertugas.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 108 Tahun 2017 tentang Kompetensi Pemerintahan, seorang Camat harus memiliki standar kompetensi pemerintahan sebanyak 23 unit kompetensi.

“Dalam hal penanganan konflik Camat juga harus dibekali dengan ilmu-ilmu lain teknik analisis resiko, teknik mediasi dan negosiasi, bagaimana mengelola keberagaman, mengatasi konflik SARA hingga bagaimana merumuskan program pemerintah berbasis budaya lokal,” kata Rochayati.

Terkait luasnya tugas dan tanggung jawab yang diemban, Rochayati memastikan BPSDM Kemendagri akan terus berupaya meningkatkan kompetensi dan profesionalitas 7.230 orang Camat yang saat ini bertugas di seluruh Indonesia.

Salah satunya dengan menyelenggarakan Diklat Camat yang akan dilaksanakan di Jakarta mulai 1 hingga 5 Maret mendatang.

Dengan meningkatnya kompetensi dan profesionalitas Camat diharapkan akan berdampak signifikan terhadap penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kecamatan.

“Apalagi di masa-masa sulit seperti era pandemi Covid-19 ini. Figur camat yang sigap, cepat, kreatif dan inovatif mutlak diperlukan,” tandas Rochayati.[man]

Pos terkait