Polda Metro-Kementerian ATR/BPN Rakor, 180 Kasus Mafia Tanah Diminta Dituntaskan

  • Whatsapp
Polda Metro-Kementerian ATR/BPN Rakor, 180 Kasus Mafia Tanah Diminta Dituntaskan

Monitorindonesia.com

Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Tanah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raden Bagus Agus Widjayanto.

Menurut Agus bahwa rakor ini untuk menuntaskan kasus mafia tanah di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta.
“Kami melaksanakan rakor teknis sidik untuk menghadapi kasus-kasus terkait dengan mafia tanah. Tujuannya untuk membangun koordinasi, memperkuat kolaborasi, dalam rangka memberantas mafia tanah,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran Jakarta Selatan, Rabu (03/03/2021).
Hal senada dengan Agus, praoperasi ini bertujuan memperkuat dan meningkatkan efektivitas penanganan kasus-kasus mafia tanah. Sehingga, ada efek jera bagi seluruh pihak yang sengaja melakukan tindakan-tindakan melanggar undang-undang untuk kepentingan diri sendiri.
Agus mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan polisi dalam pemberantasan mafia tanah sejak 2018. Ada 180 kasus mafia tanah yang telah ditangani bersama polisi.
Dari ratusan kasus itu, ada yang telah menjalani persidangan, berkas lengkap atau P21, serta penetapan tersangka. Satgas mafia tanah bersama Kementerian ATR/BPN akan terus memberantas sindikat mafia tanah.
Menurut dia, polisi dan pemerintah akan membela pemilik tanah yang sah. Setelah rakor, kata dia, Satuan Tugas (Satgas) Mafia Tanah yang telah dibentuk akan bekerja berdasarkan target-target yang ditentukan.
“Hasil rakor ini untuk bisa kita tuntaskan bersama,” ujar Fadil.
Agus menuturkan kasus mafia tanah yang kerap diterima, yakni pemalsuan data tanah dan pemalsuan hak milik. Tindakan itu diduga mengandung tindak pidana dan harus diselesaikan kepolisian.
“Maka kita bekerja sama dengan Polri, Polda, dan hasilnya menjadi dasar bagi kita untuk melakukan koreksi terhadap sertifikat yang sudah diterbitkan,” kata Agus. (tak)

Pos terkait