Cerita Sri Mulyono, SBY Kudeta Kepemimpinan Anas Urbaningrum

  • Whatsapp
Cerita Sri Mulyono, SBY Kudeta Kepemimpinan Anas Urbaningrum
SBY dan anaknya AHY .[ist]

Monitorindonesia.com – Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia, Sri Mulyono berkomentar terkait polemik Partai Demokrat (PD) yang terjadi saat ini. Demokrat kini terbagi dua kubu pasca Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Deliserdang Sumatera Utara pada 5 Maret 2021.

Sri Mulyono mengungkapkan pada 2013, SBY mengambil alih Partai Demokrat dari Ketua Umum PD Anas Urbaningrum dengan cara yang tidak demokratis dan melanggar AD/ART. Setelah itu dikatakannya tidak ada lagi demokrasi di Demokrat.

“Pak SBY mengangkat dirinya sendiri jadi ketum, calon tunggal, setelah itu Pak SBY mengondisikan aklamasi AHY calon tunggal, tidak ada lagi demokrasi. Jadi yang membunuh demokrasi dalam demokrat ya Pak SBY sendiri, bukan orang lain,” kata Sri Mulyono dikutip media dari kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored Minggu (14/3/2021).

Padahal baru setahun menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dan sudah ada sejumlah kasus yang mengobrak-abrik kepemimpinan Anas seperti terkuaknya korupsi yang dilakukannya. Kepemimpinan Anas, kata dia, telah dilucuti oleh SBY di akhir periode kepemimpinannya sebagai presiden.

“Jadi Ketua Umum Anas diambilalih oleh Pak SBY, Anas disuruh konsentrasi ke masalah hukumnya. Padahal saat itu 8 Februari 2013, Anas Urbaningrum belum mempunyai status apa-apa dan belum dijadikan tersangka. Hanya baru dipanggil oleh KPK. Inilah awal kudeta Partai Demokrat di sini ini, ini awalnya. Kenapa saya katakan kudeta? Karena proses pengambilalihan ketua umum dari Anas ke SBY tidak melalui mekanisme AD/ART,” bebernya.

Menurut Sri Mulyono, SBY saat ini sedang menghadapi karma. Dia menjawab nantinya begitu, dengan menyebut kalau aksi yang dilakukan SBY adalah kudeta pertama yang terjadi di tubuh PD.

“Banyak lagi peristiwa-peristiwa sebelumnya, Pak SBY mengumpulkan semua ketua DPD I di Cikeas dengan tidak mengundang Anas sebagai ketua umum, ini juga ilegal dan ini arogan,” ucapnya.

Sri Mulyono menyatakan bahwa contoh-contoh itulah yang telah dipertontonkan oleh SBY kepada semua kadernya.
Sehingga pada hari ini para kader tersebut mencontoh apa yang dulu dilakukan oleh SBY.

“Karena kami diajari begini ya kita sikat saja Pak SBY hari ini, kira-kira begitulah. Seperti yang dikatakan Bang Ruhut, semut saja diinjak menggigit apalagi ini tokoh-tokoh yang sudah berjuang, yang senior, otomatis begitulah kan,” katanya.
[odr]

 

Pos terkait