Diduga TPPU Rp 15 Triliun, Bos Sinarmas Dilaporkan Ke Mabes Polri

  • Whatsapp
Diduga TPPU Rp 15 Triliun, Bos Sinarmas Dilaporkan Ke Mabes Polri

Monitorindonesia.com – Dua Bos PT Sinarmas dilaporkan ke mabes Polri terkait dugaan tindak pidana penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 15 triliun. Keduanya yaitu, Indra Wijaya selaku Komisaris Utama PT Sinarmas, dan Kokarjadi Chandra selaku Direktur Utama PT. Sinarmas Sskuritas

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Ahmad Rahmadan mengatakan, pihaknya menerima laporan polisi terkait dugaan tindak pidana penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh dua bos PT Sinarmas senilai Rp15 triliun. Keduanya adalah Indra Wijaya selaku Komisaris Utama PT Sinarmas dan Kokarjadi Chandra selaku Direktur Utama PT Sinarmas Sekuritas.

Bacaan Lainnya

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Mabes Polri Kombes Pol. Ahmad Ramadhan menyebut, laporan itu tergister dengan nomor LP 0165 III/bareskrim/10 Maret 2021 yang dibuat oleh Andri Cahyadi selaku Presiden Komisaris PT Exploitasi Energy Indonesia Tbk (CNKO).

“Dalam laporan itu, korban atau terlapor merasa dirugikan senilai Rp15 triliun,” kata Ramadhan, di Mabes Polri, Rabu (17/03/21).

Ramadhan menjelaskan, penyidik masih mengkaji laporan tersebut. Hingga saat ini, polisi belum menyimpulkan terkait dugaan tindak pidana dua bos PT Sinarmas itu.

Alasannya, polisi akan melakukan gelar perkara awal terkait kasus itu pada Kamis (18/3/2021). Dalam gelar perkara itu, polisi akan menghadirkan pengusaha asal Solo itu sebagai pelapor.

“Jadi gelar perkaranya itu belum menyimpulkan apakah naik ke penyidikan atau tidak,” jelas Rahmadan.

Perkara ini bermula ketika Andri saat dirinya menjabat Komisaris Utama perusahaan PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (PT. EEI) dan bekerja sama dengan PT Sinarmas pada 2015. Kerjasama itu untuk menyuplai batubara ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Ternyata kerjasama yang dijalinnya dengan PT Sinarmas bukanya membawa keuntungan, malah buntung. Perusahaan besutan Andri malah terlilit utang senilai Rp4 triliun. Bahkan, saham Andir tergerus dari 53% menjadi 9%.

Dalam berita, laporan yang dilayangkan oleh Andir dengan delapan pasal sangkaan untuk bos PT Sinarmas itu. Antara lain, Pasal 378, Pasal 372, Pasal 374 KUHP. Selain itu terlapor juga disangkakan dengan pemalsuan surat pasal 263 KUHP Junto pasal 264 KUHP Junto pasal 266 KUHP.

Andri juga menyertakan Pasal TPPU. Diantaranya, Pasal 2, Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-undang TPPU.

Kuasa hukum Indra Wijaya, Homan Paris Hutapea membantah tuduhan tersebut dan meyakini bahwa kliennya tak terlibat. Menurut dia, saham-saham itu turun karena digunakan sebagai jaminan pelunasan utang pelapor ke perusahaan asing.

Hanya saja, utang tersebut tak kunjung dilunasi sehingga perusahaan asing tersebut mengeksekusi agunan saham dengan mengalihkannya ke pihak lain. (Fanss).

Pos terkait