Lonjakan Kasus Covid-19, Australia akan Kirim Vaksin ke Papua Nugini

  • Whatsapp
Lonjakan Kasus Covid-19, Australia akan Kirim Vaksin ke Papua Nugini
Illustrasi vaksin

Australia, Monitorindonesia.com -Australia akan menyediakan 8.000 Dosis vaksin jenis Astrazeneca untuk Papua Nugini karena Negara kepulauan tersebut sedang berjuang melawan wabah Covid-19.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrisson Rabu (17/3/2021) mengumumkan bahwa vaksin tersebut akan segera dikirimkan berikut dengan peralatan medis lainnya. Papua Nugini sedang mengalami ketegangan hebat karena rapuhnya sistem kesehatan negara tersebut.
Diketahui secara resmi ada 1.400 kasus aktif di negara tersebut, tetapi jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

Bacaan Lainnya

Tingkat kemampuan uji telah menjadi masalah di negara kepulauan tersebut karena per 10 Maret diketahui bahwa mereka baru melakukan 50.000 tes dengan populasi Sembilan juta penduduk.

Sementara, para pejabat Australia mengungkapkan bahwa beberapa area yang sudah diuji dalam minggu terakhir, hampir semuanya kembali positif Covid-19 termasuk para petugas kesehatan. Tempat isolasi Covid-19 di Rumah Sakit Port Moresby dilaporkan penuh dan bahkan tempat tidur tambahan penuh dengan cepat.

Puluhan para petugas kesehatan diketahui positif Covid-19 dan bahkan dilaporkan lebih dari setengah total nasional sebesar 2.269 kasus terjadi di dalam satu bulan terakhir.

“Jumlah semakin melonjak, jika kita tidak melakukan tindakan perbaikan untuk masalah ini bisa mengakibatkan sistem akan terhambat” Perdana Menteri, James Marape menjelaskan pada para wartawan. Dia mendesak para warga untuk tetap tinggal diam di masing-masing provinsi, daerah dan kota.

“Itu semakin longgar, jadi kita perlu mempertahankannya” dia berkata, menurut korporasi penyiaran
Australia. Dalam konfrensi pers pada Selasa lalu, Morrison mengemukakan bahwa dosis vaksin yang merupakan stok milik Australia sendiri akan digunakan untuk vaksinasi para pekerja kesehatan.

Dia juga mengatakan bahwa dia telah mengajukan permintaan Astrazeneca dan uni Eropa untuk akses satu
juta dosis sesuai kontrak, “Tidak hanya untuk Australia, tetapi juga Papua Nugini, negara yang sedang berkembang sangat membutuhkan vaksin ini”.

Kapan vaksin ini akan dikirim ke Papua Nugini belum bisa dipastikan. Pengriman vaksin gelombang pertama
akan tiba di Papua Nugini pada bulan April karena sebagian dari skema pembagian vaksinasi Covax menurut para ahli bisa jadi sangat terlambat.

Ahli penyakit menular, Sanjaya Senanahake dari National University Australia menyatakan kepada BBC bahwa ada 8.000 dosis vaksin milik Australia terbukti membantu meskipun hanya bisa menyelamatkan 4.000 jiwa.

“Anda mungkin tidak bisa mencapai imunitas semua orang dengan cara ini, tetapi jika vaksin ini digunakan untuk para petugas kesehatan dan mungkin jika masih ada lebih bisa digunakan oleh para kelompok yang terbilang rentan, ini akan tetap membantu” kata dia.[Yohana RJ]

Source: BBC News

Pos terkait