Segera Disidang, Ini Perusahaan Investasi “Pengemplang” Jiwasraya

  • Whatsapp
Segera Disidang, Ini Perusahaan Investasi "Pengemplang" Jiwasraya
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Simanjuntak.[ist]

Monitorindonesia.com – Penyidik Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (Jampidsus) melimpahkan 13 tersangka korporasi kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pengelola keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/03/21).

Belasan perusahaan Manager Investasi (MI) itu adalah PT Dana Wibawa Management Investasi, PT Oso Management Investasi. Lalu, PT Pinekel Persada Investasi, PT Millenium Danatama dan PT Prospera Aset Management.

Bacaan Lainnya

Kemudian, PT MNC Asset Management, PT GAP Capital, PT Jasa Capital Asset Management, PT Corvina Capital, PT Iserfan Investama, PT Sinar Mas Asset Management, dan PT Pool Advista Management, dan PT Maybank Asset Management.

“Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejagung sudah melakukan serah terima tanggungjawab tersangka dan barang bukti 13 tersangka korupsi Jiwasraya ke Jaksa Penuntut Umum,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum pada Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, di Kejaksaan Agung, Kamis (18/03/21).

Nantinya, kata Leonard, seluruh tersangka MI itu bakal diwakilkan pihak perusahaan pada saat pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Menurut Leonard, Penuntut Umum saat ini telah menyusun surat dakwaan belasan tersangka korporasi itu.

“Tim JPU akan segera mempersiapkan surat dakwaan,” katanya.

Leonard menjelaskan, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan investigatif dalam rangka perhitungan kerugian negara atas pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya yang dilalukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belasan korporasi itu menimbulkan kerugian mencapai Rp12,157 triliun.

“Investagatif itu  Periode Tahun 2008 sampai dengan 2018 Nomor: 06/LHP/XXI/03/2020 Tanggal 9 Maret 2020,” kata Leonard.

Atas perbuatnnya, 13 korporasi itu disangkakan Pasal 2 ayat 1 Junco Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001  tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsidair Pasal 3 Juncto  Pasal 18 UU Tipikor Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Belasan korporasi itu juga disangka dengan Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) subsidair Pasal 4 UU TPPU.

Salah satu manajer investasi, PT Pool Advista merupakan korporasi paling banyak menyebabkan kerugian negara. Jumlahnya mencapai Rp2,14 triliun.

Perusahaan ini mengeluarkan produk reksa dana yakni Pool Advista Kapital Optimal. Diduga, kerugian negara dari pengelolaan reksa dana ini mencapai Rp1,4 triliun. Lalu, reksa dana Pool Advista Kapital Syariah senilai Rp749 miliar.

Selain PT Pool Advista, kerugian negara akibat salah kelola investasi juga ditemukan di produk reksa dana yang dikeluarkan selusin MI lainnya. Yakni, PT Dana Wibawa Management Investasi senilai Rp2,02 triliun. Kemudian PT Pinekel Persada Investasi menyebabkan kerugian negara Rp1,8 triliun.

PT Millenium Danatama merugikan negara Rp676 miliar dan PT Prospera Aset Management menyebabkan kerugian negara senilai Rp1,29 triliun.

Lalu, PT MNC Asset Management menyebabkan kerugian negara senilai Rp480 miliar. PT Maybank Aset Management menyebabkan kerugian negara senilai Rp515 miliar.

PT GAP Capital menyebabkan kerugian negara senilai Rp448 miliar. PT Jasa Capital Asset Management menyebabkan kerugian negara senilai Rp226 miliar.

PT Corvina Capital menyebabkan kerugian negara senilai Rp706 miliar. PT Teasure Fund Investama menyebabkan kerugian negara senilai Rp1,21 triliun dan PT Sinar Mas Asset Management menyebabkan kerugian negara senilai Rp77 miliar. (Fanal Sagala)

Pos terkait