Kuasa Hukum HRS Dilarang Masuk Ruang Sidang

  • Whatsapp
Kuasa Hukum HRS Dilarang Masuk Ruang Sidang

Monitorindonesia.com – Sidang lanjutan Habib Rizieq Shihab (HRS) terkait informasi palsu hasil tes swab Covid-19 di Rumah Sakit Ummi, agenda sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim) pada Jumat (19/03/21). Namun, tim penasihat hukum HRS dihalangi aparat kepolisian yang tidak memperbolehkan masuk ke ruang sidang.

Mereka dihalangi aparat kepolisian yang berjaga di depan gerbang masuk pengadilan. Salah seorang pengacara HRS, Kurnia menjelaskan bahwa aparat kepolisian menghalangi pihaknya berdasarkan perintah Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Bacaan Lainnya

“JPU dan Pengacara setara, tidak boleh ada yang lebih tinggi. kalau begini ini gawat, bapak tunjukan suratnya nanti kami akan adukan ke Mahkamah Agung dan KY,” tegas Kurnia memprotes ke aparat.

Kurnia membeberkan, pihaknya menyesalkan peristiwa ini, sebab, mereka hadir ke PN Jaktim berdasarkan perintah Majelis Hakim yang mengadili perkara HRS.

“Pak Mahfud MD tolong ini kami pembela HRS engga boleh masuk. Beri kami alasan secara konstitusi. Selasa kemarin kami sidanh, ditunda oleh hakim dan diganti hari. Perintah hakim bahwa hari ini kami hadir jam 9 untuk kasus kerumunan petamburan” katanya.

Tak berselang lama dari peristiwa ini, Munarman dan Alamsyah yang tergabung dalam tim hukum Rizieq hadir di pengadilan. Negosiasi masih alot hingga berita ini ditulis.

Sebelumnya, pihak Rizieq Shihab juga menyatakan penolakannya menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Selasa (16/3) lantaran sidang digelar virtual. Rizieq lebih ingin hadir secara langsung.

Dalam sidang sebelumnya, Rizieq dihadirkan secara virtual dari Gedung Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Mabes Polri. Sementara majelis hakim, jaksa penuntut umum dan penasihat hukum beracara secara fisik di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Pada pembukaan sidang, pengacara Rizieq, Munarman, melontarkan pendapat yang berisi permohonan agar kliennya dapat dihadirkan secara langsung di muka persidangan. Ia menilai mekanisme sidang secara virtual memiliki banyak kendala dan menghambat kliennya mendapat hak secara hukum.

Rizieq pun tak tinggal diam. Dia yang tak berada di ruang sidang secara fisik itu keberatan dengan sidang virtual karena dinilai merugikan dirinya sebagai terdakwa.

Apalagi, menurutnya, suara dan gambar dari fasilitas penunjang sidang virtual sering terputus-putus.

“Saya sepakat dengan apa yang disampaikan penasihat hukum. Saya meminta dihadirkan ke ruang persidangan. Begini, alasan kenapa saya minta dihadirkan karena sidang online terlalu tergantung kepada sinyal sementara di sini kurang baik. Gambar dan suara sering terputus. Bahkan saya kurang jelas apa yang disampaikan majelis. Ini merugikan saya,” ujar Rizieq ( Fanal Sagala)

Pos terkait