Rizieq Tak Mau Disidang Online

  • Whatsapp
Rizieq Tak Mau Disidang Online

Monitorindonesia.com – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum dan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur (Jaktim) menghadiri sidang lanjutan perkara Tindak Pidana Kekarantinaan Kesehatan atas nama Terdakwa Muhammad Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur secara online sesuai penetapan Ketua Majelis Hakim.

Sebelumnya, sidang tersebut sudah digelar pada Selasa 16 Maret 2021, namun tertunda karena Terdakwa merasa keberatan yang dilaksanakan secara online dari Pengadilan dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri), serta menghendaki agar Terdakwa Muhammad Rizieq dihadirkan secara langsung ke depan persidangan.

“Agenda hari ini adalah pembacaan surat dakwaan terhadap 6 berkas Perkara Tindak Pidana Kekarantinaan Kesehatan yang dimulai dengan perkara atas nama Terdakwa Muhammad Rizieq,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Jumat (19/03/21).

Sebelum persidangan, tambah Leonard, dimulai di depan ruang tahanan, Tim Jaksa Penuntut Umum berusaha membujuk dan memberikan pengertian kepada Terdakwa untuk menghadiri persidangan. Namun Terdakwa keberatan dengan alasan persidangan masih dilaksanakan secara online, sehingga terdakwa tetap tidak mau hadir dalam persidangan.

Majelis Hakim membuka persidangan dan memerintahkan JPU untuk menghadirkan Terdakwa di persidangan. Hal ini membuat JPU berusaha membujuk dan memberikan pengertian kepada Terdakwa namun Terdakwa tetap tidak bersedia.

Selanjutnya, Majelis Hakim memerintahkan kepada JPU agar berusaha kembali menghadirkan Terdakwa ke persidangan dan telah diupayakan namun Terdakwa tetap tidak bersedia menghadiri sidang secara online.

Atas perintah Ketua Hakim Majelis agar JPU menghadirkan Terdakwa dengan cara apapun ke persidangan dan akhirnya Terdakwa hadir di persidangan, tetapi Terdakwa tetap pada pendiriannya untuk tidak menghadiri sidang yang dilaksanakan secara online dan menghendaki persidangan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Kemudian Majelis Hakim menjelaskan kepada Terdakwa bahwa dengan pertimbangan pandemi Covid-19, maka persidangan dilaksanakan secara online. Atas penjelasan tersebut, Terdakwa tetap pada pendiriannya untuk tidak menghadiri sidang secara online dan mempersilahkan Majelis Hakim serta JPU untuk melanjutkan persidangan tanpa kehadiran Terdakwa.

Selanjutnya Jaksa Penuntut Umum membacakan surat dakwaan.
Menanggapi pemberitaan di beberapa media yang menyatakan bahwa Pengacara Terdakwa Muhammad Rizieq yang dilarang masuk oleh polisi atas perintah Jaksa, hal tersebut tidak benar karena Tim JPU tidak memiliki kompetensi dan kewenangan di lingkungan Pengadilan.

Sebelumnya, Pengacara terdakwa dihalangi masuk oleh aprat Kepolisian, kemudian salah satu dari simpatisan terdakwa yang datang ke Pengadilan Negeri Jaktim terkonfirmasi reaktif Covid-19. (Fanal Sagala)

Pos terkait