Pengusaha Minta THR 2021 Mengacu Kepada Kemampuan Pelaku Usaha

  • Whatsapp
larangan mudik-perputaran-uang-dki
Sarman Simanjorang. [MI Foto]

Monitorindonesia.com – Dalam tiga minggu ke depan Pengusaha akan melaksanakan salah satu kewajibannya yaitu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan/pekerjanya sesuai dengan Permenaker No.6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Dalam kondisi yang dialami pengusaha saat ini sangat dibutuhkan pengertian dan kesadaran dari karyawan/pekerja dari sisi kemampuan pengusaha untuk membayar THR.

Mungkin sektor sektor tertentu seperti telekomunikasi, energy,sebahagian industry makanan dan minuman,industry farmasi,BUMN/BUMN kemungkinan masih memiliki kemampuan membayar THR kepada karyawannya.

“Namun sebaliknya sektor Pariwisata dan turunannya seperti hotel,restoran,café,travel,transportasi,mall,hiburan malam dan sektor otomotif,property,UMKM dan berbagai sektor jasa lainnya dipastikan tidak memiliki kemampuan untuk membayar kewajiban THR akibat casflownya yang sudah sangat berat,” ujar Mantan Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta 2010-2019 Sarman Simanjorang kepada Monitorindonesia.com, Sabtu (20/03/2021).

Dalam kondisi ini, kata Sarman, Pemerintah harus segera menerbitkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja tentang Juklak dan Juknis THR 2021 dengan memperhatikan dengan sungguh sungguh kondisi pelaku usaha akibat pandemi covid 19. Bagi pengusaha yang memiliki kemampuan membayar THR agar dapat membayar 7 (tujuh) hari sebelum Iduel Fitri, sebaliknya bagi pengusaha yang tidak mampu agar dapat dilakukan perundingan bipartit untuk mencari solusi yang terbaik.

“Pengusaha bukannya tidak mau membayar THR 2021,akan tetapi memang kondisi keuangan yang sudah teramat berat akibat omzet yang turun tajam,mampu bertahan saja sudah sangat baik,” ujar Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta itu.

Sarman mengatakan, pengusaha sangat berharap pengertian yang dalam dan kesadaran yang tinggi dari teman teman Serikat Pekerja/Buruh untuk dapat melihat tantangan yang dihadapi pengusaha secara jernih. Kondisi saat ini tantangan yang teramat berat, sudah setahun aktivitas ekonomi bergerak terbatas mengakibatkan pertumbuhan ekonomi kita tahun 2020 minus 2,07 persen.

Diawal tahun 2021 dengan tingkat penularan Covid 19 yang masih tinggi Pemerintah masih menerapkan pembatasan dampaknya pergerakan ekonomi kita masih sama dengan tahun yang lalu. Bahkan pertumbuhan ekonomi kita kuartal I-2021 yang diprediksi tumbuh positif, dikawatirkan juga masih minus,ini tantangan yang harus kita hadapi bersama.

“Kita berharap agar program vaksinasi covid 19 berjalan lancar sehingga pemulihan ekonomi kita bergerak lebih cepat,pasar semakin bergairah,cash flow pengusaha semakin positif sehingga nantinya pengusaha dapat membayarkan THR kepada pekerjanya,” katanya.[man]

Pos terkait