Potensi Awan Cumulonimbus, BMKG Ingatkan Penerbangan hingga 4 Hari Kedepan

  • Whatsapp
Potensi Awan Cumulonimbus, BMKG Ingatkan Penerbangan hingga 4 Hari Kedepan
Foto Awan. [Foto Dok MI]

Monitorindonesia.com – Awan cumulonimbus masih berpeluang muncul pada 20-26 Maret 2021. Hal itu dapat menjadi perhatian bagi sektor penerbangan untuk waspada.

“Masih ada potensi awan cumulonimbus yang mengganggu penerbangan. Ada di beberapa wilayah yang tertera di dalam peta sehingga perlu kewaspadaan dengan penerbangan,” ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi V DPR bersama BMKG dan Badan SAR Nasional (Basarnas), Senin (22/3/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Dwikorita, awan cumulonimbus dengan persentase cakupan spesial maksimum antara 50-75 persen berpotensi muncul selama tujuh hari. BMKG memperkirakan awan yang mengganggu penerbangan tersebut berpotensi terbentuk di beberapa wilayah di antaranya Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian Sumatera Barat, sebagian Jambi, Sumatera Selatan, dan sebagian Lampung.

“Untuk di Pulau Jawa, awan cumulonimbus berpotensi muncul di sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur. Kemudian sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara,” katanya.

Untuk Pulau Sulawesi, tambah Dwikorita, awan cumulonimbus berpotensi berpotensi ada di wilayah sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Tengah, dan sebagian Sulawesi Utara. Selain itu, daerah yang berpotensi terjadi awan cumulonimbus juga ada di sebagian Nusa Tenggara Barat (NTB), Papua, Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara, dan Samudera Pasifik Utara Papua.

Disadur dari berbagai sumber, awan cumulonimbus adalah jenis awan cumulus yang terkait dengan badai petir dan hujan lebat. Awan ini juga merupakan variasi dari awan bantalan presipitasi yang rata-rata kebanyakan terbentuk di bawah 20.000 kaki dan relatif dekat dengan daratan.[man]

 

Pos terkait