Ketegangan Meningkat, Rusia Larang Pejabat Uni Eropa Masuk Negaranya

  • Whatsapp
Ketegangan Meningkat, Rusia Larang Pejabat Uni Eropa Masuk Negaranya
Presiden Rusia Vladimir Putin. [Foto/Reuters]

Moskow, Monitorindonesia.com – Ketegangan antara Rusia dan Uni Eropa meningkat akibat Moskow melarang delapan pejabat Uni Eropa memasuki negara itu dan Brussel pun siap melakukan pembalasan yang sama.

Dalam perselisihan terbaru kedua pihak, Moskow mengatakan langkah itu diambil sebagai tanggapan terhadap sanksi yang dijatuhkan oleh Dewan Eropa bulan lalu terhadap empat pejabat keamanan Rusia. Alasan Uni Eropa adalah karena Kremlin memenjarakan Alexei Navalny dan polisi telah bertindak kejam terhadap pelaku aksi protes yang mendukung tokoh oposisi itu.

“Uni Eropa melanjutkan tindakan pelarangan sepihak yang menargetkan warga dan perusahaan Rusia secara ilegal,” menurut Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Sabtu (1/5/2021). Disebutkan bahwa tindakan Uni Eropa itu tidak diragukan lagi bertujuan untuk menghambat kemajuan Rusia dengan cara apa saja.

Sementara itu, Uni Eropa tidak tinggal diam dan mengutuk langkah tersebut dengan memperingatkan siap melakukan pembalasan.

“Tindakan itu tidak dapat diterima, tidak memiliki justifikasi hukum dan sepenuhnya tidak berdasar. Langkah tersebut menargetkan Uni Eropa secara langsung, tidak hanya individu yang bersangkutan,” menurut pernyataan bersama dari kepala Dewan Eropa, Komisi Eropa, dan Parlemen Eropa. Ditambahkan bahwa Uni Eropa berhak untuk mengambil tindakan yang tepat sebagai balasan.

Pada Maret lalu, Uni Eropa melarang pejabat tinggi Rusia memasuki blok negara itu dan membekukan aset mereka, termasuk kepala Komite Investigasi Rusia Alexander Bastrykin dan Jaksa Penuntut Umum Igor Krasnov.
Daftar pejabat Eropa yang dilarang masuk oleh Rusia termasuk Presiden Parlemen Eropa David Sassoli dari Italia dan Wakil Presiden Komisi Eropa bidang Etika dan Transparansi Vera Jourova dari Republik Ceko.

Berbicara di televisi publik Italia RAI kemarin Sassoli mengatakan larangan itu sama dengan serangan politik.
Sejumkah pejabat dari Prancis dan Jerman serta negara-negara Baltik, Estonia dan Latvia juga dilarang masuk Rusia. Sedangkan seorang pejabat Latvia, Ivars Abolins mendukung keputusan negaranya untuk membatalkan beberapa saluran televisi Rusia pada Februari lalu.

Pejabat lain dalam daftar larangan masuk Rusia adalah Asa Scott dari Badan Penelitian Pertahanan Swedia. Jaksa Berlin, Joerg Raupach juga ada dalam daftar bserta anggota parlemen Prancis Jacques Maire.[Yohana RJ]

Sumber: ChannelNewsAsia

Pos terkait