5 Makanan Penyebab Penyakit Usai Lebaran

  • Whatsapp
5 Makanan Penyebab Penyakit Setelah Lebaran
Ilustrasi

Monitorindonesia.com – Penyakit setelah lebaran biasanya muncul akibat asupan makanan dengan kadar gula, garam, dan lemak berlebih. Beberapa sakit setelah lebaran yang muncul adalah diare hingga hipertensi.

Sudah menjadi kebiasaan di masa lebaran selalu diwarnai makanan lezat dan menggiurkan. Kebanyakan orang lupa akan makanan yang mereka konsumsi dan menjadi salah satu penyebab penyakit saat hari raya.

Makanan lezat pada umumnya memiliki kandungan yang kurang baik bagi tubuh. Beberapa jenis penyakit kerap kali muncul di masa perayaan hari-hari besar. Berikut beberapa jenis sakit yang kerap kali muncul setelah perayaan hari raya :

1. Gangguan pernapasan

Flu dan batuk adalah beberapa penyakit pernapasan yang biasa muncul. Biasanya penyakit ini dikarenakan mengonsumsi minuman yang dingin seperti es, polusi saat perjalanan mudik, dan bertemu dengan orang banyak saat bersilaturahmi.

2. Diare

Anda dapat dikatakan diare bila Anda mengalami buang air besar sebanyak lebih dari tiga hari dengan tekstur feses yang cair. Penyebab penyakit ini terjadi akibat konsumsi makanan pedas dan berlemak, minum soda, dan alergi. Tidak mencuci tangan saat sebelum makan maupun makanan yang kurang bersih juga memicu diare.

3. Maag

Biasanya, penyakit setelah lebaran muncul karena terlalu banyak konsumsi makanan berlemak dan pedas, seperti pada sambal goreng maupun santan pada opor. Gejala yang bisa Anda rasakan di antaranya adalah mual dan muntah, nyeri pada ulu hati, dan perut kembung. Tak jarang, Anda juga sering bersendawa.

4. Kolesterol dan gula darah meningkat

Kudapan yang biasanya menemani Anda saat lebaran biasanya mengandung lemak trans, lemak jenuh, dan manis. Beberapa di antaranya adalah gorengan, opor, sambal goreng, dan kue lebaran. Hidangan ini tentu memicu peningkatan kadar gula darah dan kolesterol jahat di dalam tubuh.

Memang, ini adalah sebuah tradisi lebaran di Indonesia. Namun, Anda bisa mengontrol asupan Anda agar tidak terlalu banyak dalam satu hari agar terhindar dari penyakit.

5. Hipertensi

Hipertensi adalah kondisi bila tekanan darah Anda mencapai 120/80 ke atas. Penyebab umum yang terjadi saat lebaran adalah asupan makanan lebaran dengan kadar garam berlebih. Untuk itu, pastikan Anda tetap mengendalikan asupan Anda agar tubuh tetap terjaga dari jenis sakit ini.

6. Radang tenggorokan

Tentu, kudapan lebaran seperti makanan dengan bumbu kuat, pedas, dan terlalu manis juga memicu tenggorokan meradang. Gejala yang bisa Anda rasakan adalah tenggorokan terasa perih dan sakit saat menelan. Bahkan, penyakit setelah lebaran yang satu ini bisa menimbulkan demam.

Berikut adalah 5 jenis makanan penyebab penyakit setelah lebaran

1. Emping

Meski sepele dan terkesan sebagai camilan sampingan, hati-hati dengan emping. Biasanya emping menjadi pasangan untuk hidangan olahan soto berkuah santan.

Emping terbuat dari buah melinjo yang ditumbuk halus, dikeringkan, dan digoreng dengan minyak. Kalorinya sebesar 345 kkal dan juga mengandung purin 200 mg. Purin inilah yang sebaiknya dihindari penderita asam urat. Bagi penderitanya, asam urat bisa menumpuk dan mengkristal di persedian. Akibatnya? Sakit setelah lebaran, seperti nyeri, radang, hingga bengkak yang mengganggu aktivitas.

2. Olahan kambing

Menu selanjutnya yang sebaiknya dihindari adalah olahan kambing. Saat Lebaran, biasanya sate kambing, tengkleng, rica-rica daging kambing, hingga krengsengan.

Membacanya saja sudah bikin ngiler, ya? Namun masalahnya, telah banyak studi yang mengaitkan konsumsi daging kambing berlebihan dengan meningkatnya kemungkinan sakit saat lebaran berupa masalah jantung.
Contohnya, studi dari Harvard School of Public Health menyebutkan bahwa konsumsi daging meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Terlebih, apabila tidak diimbangi dengan konsumsi buah dan sayur.

3. Jeroan

Masyarakat Indonesia punya ketertarikan tinggi pada organ dalam binatang, seperti ati, ampela, dan lainnya. Lihat saja banyaknya olahan jeroan dalam hidangan seperti gulai, tongseng, hingga soto. Padahal, jeroan mengandung jumlah kolesterol dan purin yang tidak sedikit. Dalam 56 gram jeroan saja, ada 105 mg kolesterol atau 36 persen dari seluruh AKG (angka kecukupan gizi).

Ketika kadar kolesterol berlebih dalam tubuh, bisa menjadi sumber penyakit lainnya mulai dari jantung, darah tinggi, hingga stroke.

4. Makanan cepat saji

Siapa bilang makanan cepat saji tidak mungkin ada di meja makan saat Lebaran? Apalagi jika menu-menu fast food sudah jadi favorit di keluarga.

Faktanya, mereka yang sering mengonsumsi makanan cepat saji biasanya memiliki kolesterol tinggi, tumpukan lemak di perut, dan gula darah yang tidak stabil. Selain itu, makanan cepat saji juga merupakan faktor risiko utama penyakit-penyakit kronis seperti jantung, diabetes, hingga obesitas.

5. Makanan penutup terlalu manis

There is always a room for dessert? Sebaiknya jangan berlakukan hal ini saat hari raya Idulfitri tiba. Setelah serangkaian menu sarat kolesterol, jangan tambahkan ‘dosa’ bagi tubuh dengan makanan penutup yang terlalu manis.

Biasanya saat Lebaran, ada banyak deretan kue kering manis, cake, es krim, dan kudapan manis lainnya dengan kandungan gula tinggi. Konsumsi gula tinggi bisa menjadi faktor risiko terjadinya diabetes, obesitas, hingga jantung. Kabar buruknya lagi, kudapan manis juga tidak mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh seperti vitamin, mineral, protein, dan lemak baik.

Sumber :  sehatq – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Pos terkait