75 Penyidik Terbaik KPK Ditendang, Koruptor Berpesta!

  • Whatsapp
75 Penyidik Terbaik KPK Ditendang, Koruptor Berpesta!
Gedung KPK Jakarta.[dok]

Monitorindonesia.com – Sebanyak 75 penyidik terbaik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lolos tes kebangsaan ala Badan Kepegawaian Negara (BKN) resmi dinonaktifkan. Terdepaknya penyidik-penyidik senior KPK seperti Novel Baswedan akan berdampak buruk dalam pemeberantasan korupsi di Indonesia. Dengan terdepaknya penyidik terbaik tersebut, koruptor dipastikan akan tertawa lebar.

“Berkaitan dengan TWK (tes wawasan kebangsaan) yang digunakan untuk menyingkirkan 75 pegawai terbaik KPK tersebut sangatlah bermasalah,” ujar Novel Baswedan kepada wartawan, Selasa (11/5/2021).

Bacaan Lainnya

Novel mengatakan, TWK digunakan untuk menyeleksi pegawai KPK yang telah berbuat nyata bagi bangsa dan negara Indonesia melawan musuh negara yang bernama korupsi. Novel menilai penggunaan TWK untuk alih status sebagai ASN merupakan langkah keliru.

Seharusnya, kata dia, pemberantasan korupsi tidak bisa dipisahkan dengan nasionalisme atau nilai kebangsaan pegawai KPK. Sebab, sikap antikorupsi pada dasarnya adalah perjuangan membela kepentingan negara.

Novel menegaskan, tidak lulus TWK terhadap 75 pegawai KPK yang kritis adalah kesimpulan yang sembrono. Dia mengaku sulit untuk memahami sebagai kepentingan negara.

“Saya ingin tegaskan bahwa tes TWK bukan seperti tes masuk seleksi tertentu yang itu bisa dipandang sebagai standar baku. Pertanyaan-pertanyaan dalam tes TWK banyak yang bermasalah,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 75 pegawai KPK dinyatakan tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai amanat undang-undang.

“Saya tegaskan tidak seorang pun pegawai KPK yang diberhentikan, dan kami akan perjuangkan agar proses peralihan pegawai KPK ke ASN ini sesuai penegasan MK (Mahkamah KOnstitusi,” tegas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron, Minggu (9/5/2021).

MK, kata Ghufron juga telah memutus uji materi UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Salah satu poinnya adalah alih status kepegawaian di KPK tak boleh merugikan para pegawai yang sebelumnya telah mengabdi di lembaga itu.

“Kami akan menaati putusan MK dan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kemenpan-RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) dan BKN (Badan Kepegawaian Negara) mengenai tindak lanjut hasil TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) menghasilkan pegawai yang MS (memenuhi syarat) dan TMS (tidak memenuhi syarat),” lanjut dia.

Sementara itu Hasil TWK yang diikuti 1.351 pegawai KPK telah diumumkan pada Rabu (5/5/2021). Hasilnya, yang memenuhi syarat (MS) sebanyak 1.274 orang, tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 75 orang. Sementara 2 pegawai lainnya tidak hadir dalam sesi wawancara.[man]

#Penyidik Terbaik
#75 Penyidik Terbaik KPK Ditendang

 

Pos terkait