Agar Program Tepat Sasaran, KLHK Diminta Lebih Cermat Susun Prioritas Anggaran

  • Whatsapp
Agar Program Tepat Sasaran, KLHK Diminta Lebih Cermat Susun Prioritas Anggaran

Monitorindonesia.com – Anggota Komisi IV DPR RI Endang S Thohari menginginkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) lebih cermat dalam melakukan penyusunan prioritas anggaran agar program yang ada lebih tepat sasaran.

“Mengingat keuangan negara kita saat ini banyak keterbatasan, serta lebih meningkatkan pengawasan atas pelaksanaan anggaran khususnya untuk setiap program kerja yang menjadi fungsi pokok KLHK,” kata Endang, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/6/2021).

Kecermatan itu penting, ujar dia. Misalnya terkait dengan usulan penambahan pagu KLHK untuk kegiatan percepatan food estate terdapat kegiatan Restorasi Gambut dan Mangrove sebesar Rp859 miliar yang tumpang tindih dengan kegiatan antara lain di Badan Restorasi Gambut dan Mangrove.

Ia mengingatkan supaya KLHK lebih baik memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang berdampak langsung pada beberapa hal, di antaranya peningkatan perekonomian sekitarnya, pencegahan potensi karhutla melalui pembangunan sekat kanal, perlindungan keanekaragaman hayati dan spasial kawasan hutan sebagai dukungan untuk program food estate.

Endang menyatakan tidak melihat adanya perhatian KLHK yang lebih serius pada upaya rehabilitasi hutan dan lahan kritis, khususnya di area DAS serta pencemaran lingkungan (khusus di sungai), dan reklamasi tambang serta pencegahan dan penegakan hukum lingkungan hidup kehutanan.

“Sebagai salah satu upaya pencegahan, kami meminta KLHK untuk meningkatkan program sosialisasi dan bimbingan teknis guna meningkatkan kapasitas serta kepedulian masyarakat. Terkait anggaran belanja tambahansebesar Rp1,5 triliun, kami minta agar KLHK meningkatkan kinerjanya serta memiliki perencanaan yang matang, sehingga keberhasilan bisa dicapai maksimal,” ucapnya.

Sebelumnya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan implementasi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim untuk mencapai bebas emisi harus dilakukan dengan langkah-langkah realistis dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.

“Yang akan menjadi pedoman dalam implementasi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta komitmen NDC lima tahunan selanjutnya, Indonesia secara realistis terus menerus mempelajari dan dengan berbagai pengalaman,” kata Menteri LHK Siti dalam puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 yang dipantau dari Jakarta, Sabtu (5/6).

Menteri LHK enegaskan hingga saat ini terus diupayakan untuk dapat dicapai Indonesia hijau tanpa emisi pada 2060 atau bahkan lebih cepat.

Dia memastikan pemerintah terus bekerja untuk memikirkan dan memproyeksikan secara serius langkah-langkah yang bisa terimplementasi. Hal itu terkait erat dengan kebutuhan pembangunan yang ditopang oleh sektor energi dan dalam hal investasi teknologi serta pembiayaan yang tidak sedikit. (daf)

Pos terkait