Cafe Cengkareng Buka Hingga Dinihari, Ini Penjelasan Kasatpol PP DKI

  • Whatsapp
Kasatpol PP DKI Minta Anak Buahnya Tak Lembek Atasi Kerumunan
Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin. [dok]

Monitorindonesia.com -Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengungkapkan trik-trik yang dilakukan pelaku usaha untuk mengelabui aturan PPKM dan aparat. Umumnya mereka akan tutup tepat pada pukul 21.00 WIB, namun, 2 jam setelahnya, sekitar pukul 23.00 WIB, mereka akan buka kembali kafe.

“Yah ada indikasi yang seperti itu. Jadi dengan cara-cara mengelabui. Jadi pukul 21.00 WIB tutup nggak ada aktivitas, tapi jam 23.00 WIB kemudian dia buka,” ujar Arifin menanggapi penembakan di Kafe RM, Cengkareng, Jakarta Barat yang melanggar jam operasional hingga pukul 04.00 WIB dini hari.

Bacaan Lainnya

Bahkan, pada Kamis dini hari, terjadi penembakan oleh polisi coboy yang menyebabkan 2 karyawan cafe dan 1 anggota TNI tewas. Polisi Coboy diduga mabuk.

Bahkan, kata Arifin, akses untuk masuk tidak lagi seperti biasanya ketika kafe beroperasi sesuai dengan waktu yang ditentukan. Biasanya masuk ke kafe melalui pintu depan, tetapi ketika dibuka lagi pada Jam 23.00 WIB, mereka menggunakan pintu akses yang lain.

Sedang parkir kendaraan pengunjung tidak dilakukan di tempat parkir yang biasanya, tetapi diarahkan ke tempat lain agar tidak diketahui bahwa di dalam kafe ada pengunjungnya. Petugas keamanan atau sekuriti mengarahkan pemilik kendaraan untuk sedikit menjauh dari lokasi kafe.

“Jadi memang pengawasan ini bukan cuma sekadar mengawasi secara sederhana, tetapi pengawasannya harus lebih detail, cermat, teliti karena upaya-upaya yang tadi. Mereka berupaya untuk melanggar sampai tengah malam, bahkan dini hari untuk cara-cara tadi yang saya katakan untuk mengelabui aparat. Dari luar tidak terlihat tapi di dalamnya ada aktivitas,” jelas Arifin.

Arifin menegaskan Pemprov DKI bersama TNI dan Polri tetap melakukan pengawasan dan penindakan. Namun, kata dia, pengawasan ini tidak bisa sepenuhnya bergantung kepada aparat atau petugas karena jumlah aparat sangat terbatas.

Selain itu, Arifin juga berharap adanya partisipasi aktif masyarakat untuk ikut mengawasi pelanggaran aturan PPKM mikro. Jika ditemukan adanya pelanggaran untuk segera melaporkan ke pihaknya melalui aplikasi Jaki atau media sosial Pemprov DKI atau Satpol PP DKI Jakarta.[man]

 

Pos terkait