Alat Tanam Sutarman Jadi Pendukung Hobi Bertanam Di Masa Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Alat Tanam Sutarman Jadi Pendukung Hobi Bertanam Di Masa Pandemi Covid-19
Sejumlah alat tanam diproduksi oleh UD Rejeki Klaten [istimewa]

MiJakarta, MonitorIndonesia.com – Sejak tahun 1996, Sutarman Pemilik UD Rejeki menekuni usaha di bidang pande besi. Beberapa produk yang telah dihasilkannya, antara lain catut bonsai, poros roda pagar hingga alat-alat pertanian seperti pacul dan sekop.

Situasi pandemi yang melanda Indonesia menjadi sebuah tantangan besar bagi UMKM, termasuk Sutarman Pandemi Covid-19 turut berdampak pada penurunan omset usahanya.

Bersama Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) di Klaten yang didirikan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Sutarman mencoba mempelajari kebutuhan pelanggan di masa sulit tersebut.

Sesuai dengan ilmu mentalitas dasar yang telah dipelajarinya Bersama YDBA, fokus pada pelanggan adalah hal penting yang harus dijalankan seorang pebisnis disituasi apapun, terlebih di situasi sulit seperti saat sekarang ini.

Mempelajari kebutuhan pelanggan baik bertanya secara langsung ke beberapa jaringan maupun mempelajari pasar online, mendorong Sutarman untuk menciptakan produk baru di masa tersebut.

Tepatnya di Bulan Mei 2020, Sutarman bersama 4 UMKM pandai besi lainnya menciptakan produk alat tanam yang dibutuhkan mayarakat, terutama kalangan anak-anak kita tahu.

Sejak Perbatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ditetapkan, banyak masyarakat termasuk anak-anak yang beraktivitas di rumah, hingga mereka memiliki aktivitas baru, salah satunya berkebun, dan alat ini merupakan inovasi untuk memenuhi kebutuhan dalam berkebun

Inovasi yang dibuat dengan mengedepankan quality, control, circle (QCC) ini semula dibuat kecil, tajam dan tidak berwarna, dalam pemasarannya dinamakan paket PAKBUDI yang memiliki kepanjangan Paket Berkebun di rumah.

Selanjutnya, inovasi dikembangkan menjadi PAKBETA, yaitu Paket Bermain dan Bertanam dengan produk yang aman bagi anak, warna-warni dan dipadukan dengan pot yang menarik

Kabar gembira bagi para pande besi, karena inovasi tersebut diterima dengan balk oleh pasar online maupun offline Bahkan, salah satu merchant di marketplace Indonesia memesan produk ini hingga ratusan pes.

YDBA sebagai yayasan yang fokus pada pengembangan UMKM pun terus mendorong UMKM untuk selalu melakukan improvement agar UMKM dapat bertahan dan adaptive dalam menghadapi berbagai kondisi, termasuk resesi ekonomi yang sudah di depan mata. Tentu resesi tersebut akan berpengaruh

Pada UMKM Indonesia, namun kita semua harus optimis bahwa kreativitas dan mental pebisnis yang kuat yang dimiliki UMKM Indonesia dapat mengalahkan dan melewati kondisi sulit tersebut dengan hebat.

Sekilas UD Rejeki

Nama Pemilik: Sutarman

Bidang Usaha: Manufaktur

Lokasi Usaha: Dukuh Karangpoh-Padas, Kateri

Binaan: Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) YDBA di Klaten

Dibina Tahun: 2018

Asset yang dimiliki: Mesin Pun, Las dan Alat Produksi Manual

Jumlah Pekerja: 3 Orang

Status Tempat Usaha: Milik Sendiri

Perguasaan Teknologi: Las Teknik Manual & Semi Mekanis

Pelatihan yang Diikuti di LPB:

1. Pelatihan Basic Mentality

2. Pelatihan SR

3. Pelatihan Pengetahuan Material & Tekhnik Tempa

4. Pelatihan Gambar Tekhnik

5. Pelatihan Design Proses

6. Pelatihan Pengukuran

7. Pelatihan Manajemen Logistik

8. Benchmark ke Perusahaan Grup Astra, yaitu PT Menara Terus Makmursej

Pos terkait