Anggaran Rp 2 Triliun untuk Farmasi, Tapi Gunakan Alat Rapid Test Bekas

  • Whatsapp
rapid test bekas
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung.[Foto/ist]

Monitorindonesia.com – Komisi VI DPR RI akan memanggil Menteri BUMN Erick Thohir terkait kasus penggunaan swab tes antigen bekas di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. DPR ingin memastikan ada tindakan tegas dan evaluasi atas kasus itu.

“Ada juga permasalahan dalam fungsi pengawasan dalam manajemen perusahaan atas kasus rapid test gunakan barang bekas ini. Oleh sebab itulah kita akan panggil Menteri BUMN,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/5/2021).

Martin mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut karena merupakan pelanggaran hukum berat.

Martin akan meminta pemanggilan Menteri BUMN setelah selesai masa reses DPR. Pihaknya akan meminta penjelasan rinci dari Erick Thohir terkait kasus swab antigen bekas.

“Pada masa sidang berikutnya, saya bersama Fraksi NasDem di Komisi VI akan panggil, untuk bisa mendapat penjelasan terkait kasus ini,” ujarnya.

Martin juga akan mempertanyakan anggaran tahun 2021 sebesar Rp 2 triliun untuk Holding BUMN di sektor farmasi. Dia meminta pertanggungjawaban anggaran itu karena khawatir berjalan sia-sia.

“Kalau anggaran ini penggunaannya tidak diawasi dengan baik dan ketat, serta manajemen tidak diperbaiki, kami takut anggaran tersebut menjadi sia-sia. Itu juga harus dijelaskan Menteri BUMN kepada kami di Komisi VI,” tutur Martin.[man]

 

Pos terkait