Anggota FPD Bambang Purwanto: Program Unggulan Jokowi, Lumbung Pangan Salah Urus

  • Whatsapp
Anggota FPD Bambang Purwanto: Program Unggulan Jokowi, Lumbung Pangan Salah Urus
Kunjungan Presiden Jokowi ke Kalimantan Tengah, Oktober 2020 lalu, untuk melihat kesiapan lahan food estate

Jakarta, Monitorindonesia.com– Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Demokrat Bambang Purwanto menilai, program unggulan Pemerintahan Presiden Jokowi, Lumbung Pangan atau Food Estate, salah urus.

Menurut Bambang, dari 30.000 hektar lahan yang dicanangkan pemerintah Jokowi di Kalimantan Tengah, 10.000 ha di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), dan 20.000 hektar di Kabupaten Kapuas, belum maksimal.

Hanya 1.000 hektar di Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau yang menuai hasil maksimal. Di Kabupaten Kapuas, tepatnya di Desa Terusan Makmur dan Terusan Kriya Kec. Bataguh, lahan yang berhasil optimal hanya 6.000 ha.

Penyebab tidak maksimalnya hasil lahan tersebut karena pihak terkait lamban bertindak. “Kementerian PUPR lambat turun. Akibatnya, perbaikan irigasi,pintu air, Jalan Usaha Tani (JUT) yang rusak berat terkendala. Jembatan juga belum mulai. Berpengaruh terhadap hasil panen dan kesulitan mengangkut hasil panen,” tegas Bambang.

Penyebab lain adalah minimnya biaya operasional Penyuluh Pertanial Lapangan (PPL). Biaya operasional hanya Rp. 400 rb / bulan. Bambang, mempertanyakan kenapa hal itu terjadi, pada mega proyek yang menjadi kebanggaan bangsa tersebut.

Bambang menegaskan, program food estate merupakan langkah cerdas perlu diapresiasi. Solusi lahan sawah di Jawa yang kian berkurang akibat kebutuhan perumahan serta akan mengancam ketahanan pangan nasional.

“Harapan Presiden, hasil food estate harus optimal.Sehingga dapat sebagai contoh daerah lain tinggal datang dan belajar di foot estate,” tandas Bambang.

Pos terkait