Anggota Komisi I DPR: Jual-Beli Senjata Api ke Separatis Adalah Penghianat Bangsa

  • Whatsapp
Anggota Komisi I DPR: Jual-Beli Senjata Api ke Separatis Adalah Penghianat Bangsa
TB Hasanuddin.[dpr.go.id]

Jakarta, Monitorindonesia.com – Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menegaskan, kasus jual beli senjata gelap kepada kaum separatis adalah bentuk penghianatan terhadap bangsa. Oleh karena pelaku harus dihukum seberat-beratnya.

“Menjual senjata kepada gerombolan bersenjata yang notabene menentang pemerintah adalah penghianatan terhadap negara dan layak dihukum seberat-beratnya. Apalagi pelakunya adalah oknum TNI Polri,” tegas Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/2/2021).

Menurutnya, TNI atau Polri memiliki struktur organisasi pengawasan yang sangat lengkap, bahkan para perwira dan komandan merupakan pengawas langsung. Kasus ini menurutnya harus jadi pembelajaran, bahwa para perwira dan komandan ini tidak boleh lengah mengawasi anak buahnya agar tak melakukan perbuatan tercela.

Hasanuddin juga menyoroti bahwa lalu lintas perdagangan gelap senjata harus dieliminir oleh negara. Salah satu caranya adalah dengan mengawasi dan menjaga ketat pintu-pintu masuk Indonesia khususnya di perbatasan.

“Selain menjaga ketat perbatasan, harus ada juga pengawasan ketat senjata-senjata lama warisan konflik. Misalnya pasca konflik di Aceh atau Ambon, senjata-senjata yang diserahkan ke petugas keamanan ini juga harus diinventarisir untuk mencegah diperjualbelikan oleh oknum petugas keamanan,” tegasnya.

Kasus jual-beli senjata api ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) menjadi perhatian serius karena melibatkan oknum TNI dan polisi. Kasus ini terungkap usai Polres Bintuni, Polda Papua Barat, mendeteksi adanya keterlibatan salah satu oknum TNI.

Selain TNI, ternyata kasus jual-beli senpi ini melibatkan oknum dari kepolisian. Dua oknum Polri yakni SHP alias S dan J diduga menjual senjata ke KKB berasal dari Polres Ambon.[man]

Pos terkait