Anies Sebut PTM Dilaksanakan Secara Bertahap

  • Whatsapp
Anies Sebut PTM Dilaksanakan Secara Bertahap

Monitorindonesia.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membolehkan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring atau pembelajaran tatap muka (PTM) secara bertahap melalui proyek percontohan dan protokol kesehatan sangat ketat. Termasuk perguruan tinggi.

Menurut Anies, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar Tatap muka akan dilakukan bertahap dengan dilakukan secara uji coba.

Bacaan Lainnya

“Untuk daring atau tatap muka dilakukan melalui Uji coba bertahap dan dengan protokol kesehatan yang secara ketat,” kata Anies melalui akun Instagram @aniesbaswedan, Jumat (4/5/2021).

Anies juga mengajak masyarakat untuk tetap disiplin menjalan Prokes di masa PPKM. Yaitu dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan. Hal itu guna memutus mata rantai penularan virus Corona.

“Yuk, jalankan PPKM ini secara serius dan dengan disiplin yang tinggi. Bersama #jagajakarta, kita putus rantai penularan COVID-19,” ajak Anies.

Sebelumnya, uji coba sekolah secara offline memantik komentar beragam dari kalangan dewan. Meski sebagian besar menyetujui, namun legislator menekankan dari sisi pengawasan prokes di sekolah-sekolah.

Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik meminta pengawasan Penerapan Prokes dilakukan secara ketat. Disdik juga harus melakukan seleksi secara ketat terhadap sekolah yang akan mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Syarif mengatakan pelaksanaan uji coba Sekolah secara offline harus digelar secara transparan. Menurut dia, pihak Disdik DKI harus tranparan dalam membuka informasi terkait penyelenggaraan kegiatan itu.

Transparansi itu kata Syarif menyangkut capaian dari uji coba sekolah tata muka ini. Tak menutup kemungkinan, kata Syarif, uji coba sekolah tatap muka di Jakarta menjadi patokan di kemudian hari.

“Maksudnya data-data capaian positif dan negatif uji coba itu harus dipublikasikan. Karena jika uji coba ini berhasil kita akan mendapatkan role model untuk pemberlakuan new normal,” imbuhnya. (Zat)

Pos terkait