Arief Poyuono : Sebelum Kabur, KPK Harus Segera Tahan Pengusaha dan Penyuap Pejabat Ditjen Pajak

  • Whatsapp
Arief Poyuono : Sebelum Kabur, KPK Harus Segera Tahan Pengusaha dan Penyuap Pejabat Ditjen Pajak
Arief Poyuono

Monitorindonesia.com – Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono mengungkap ada tembok besar yang menghalangi pengungkapan kasus dugaan suap kepada pejabat Ditjen Pajak oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tembok besar itu harus segera diruntuhkan oleh KPK dengan segera memeriksa dan menahan Haji Isam dan Mukmin Gunawan serta pemilik PT Gunung Madu Plantations di Lampung dalam kasus dugaan suap kepada pejabat Ditjen Pajak.

“Jika tidak ingin kehilangan waktu untuk bisa membuktikan terjadinya tindak pidana korupsi atau gratifikasi pada terhadap pejabat pejabat di Ditjen Pajak maka KPK harus segera menahan pejabat Dirjen Pajak,” ujar Arief Poyuono kepada Monitorindonesia.com Sabtu (10/4/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Arief, suap kepada pejabat pajak untuk mengakali jumlah setoran pajak yang harus dibayar oleh Haji Isam dan Mukmin Ali bisa jadi sudah terjadi bertahun tahun lamanya. Sehingga diduga banyak melibat banyak pejabat pajak yang terdahulu.

PT Jhonlin Baratama merupakan anak usaha Jhonlin Group milik Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam. Perusahaan batu bara itu diduga terjerat masalah pajak yang tengah diusut KPK.

Penyidik lembaga antirasuah sebelumnya telah mendatangi kantor PT Jhonlin Baratama milik haji Isam pada 18 Maret lalu. Dari penggeledahan itu, tim penyidik mengamankan berbagai dokumen dan barang elektronik yang diduga terkait dengan perkara.

Selain PT Jhonlin Baratama, KPK juga telah menggeledah kantor pusat Bank Panin dan kantor pusat PT Gunung Madu Plantations di Lampung Tengah, Lampung. Dari sana, tim penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti terkait perkara.

“Akibat tidak diperiksanya langsung Haji Isam yang dikenal punya jaringan luas di pemerintahan dan elite politik serta penegak hukum, maka KPK nantinya tidak bisa menjerat aktor utama kasus dugaan suap pada pejabat pajak , hal ini terbukti dengan penghilangan barang bukti yang dilakukan oleh Haji Isam saat perusahaannya di geledah KPK,” ujar Arief.

Begitu juga dengan Mukmin Ali Gunawan yang dinilai Arief Poyuono sangat lihai dan licin, juga bisa lolos nantinya. “Hal ini terbukti dalam kasus korupsi cessie Victoria yang ditangani Kejaksaan Agung semua ambyar alias engak jelas hingga hari ini. Dimana banyak kaki tangan Mukmin Ali Gunawan kabur ke Luar Negeri,” ungkapnya.

Perlu dicatat, sambung Arief, biasanya tindak pidana korupsi pajak yang dilakukan oleh korporasi itu dipastikan atas perintah pemilik perusahaan. Biasanya pengusahanya punya jaringan orang kuat di pemerintahan dan politik.

“Nah KPK juga jangan segan-segan jika ada pejabat negara atau elite politik yang melindungi pemeriksaan Haji Isam dalam kasus dugaan suap pejabat pajak. Sekalian para pelindung dijerat pasal tindak pidana korupsi,” tandas Arief Poyuono.[man]

Pos terkait