Artidjo Meninggal Akibat Gangguan Jantung dan Paru

  • Whatsapp
Artidjo Meninggal Akibat Gangguan Jantung dan Paru
Sumber Foto; Bukukita.com

Monitorindonesia.com – Mantan hakim agung Artidjo Alkostar dinyatakan meninggal dunia pada hari Minggu, 28 Februari 2021, sekira pukul 14.00 WIB. Artidjo meninggal dunia karena sakit jantung dan paru-paru.

“Sudah lama dalam pengawasan dokter karena gangguan jantung dan paru-paru,” kata Menko Polhukam Mahfud kepada wartawan, Minggu (28/2/2021).

Bacaan Lainnya

Mahfud sebelumnya mengumumkan wafatnya Artidjo Alkostar melalui aku Twitter-nya. Artidjo meninggal Minggu siang.

“Kita ditinggalkan lagi oleh seorang tokoh penegak hukum yang penuh integritas. Mantan hakim agung Artidjo Alkostar yang kini menjabat sebagai salah seorang anggota Dewan Pengawas KPK telah wafat siang ini,” tulis Mahfud Md.

Dikutip dari situs KPK yang merupakan tempat Artidjo berkarya bagi bangsa hingga meniupkan nafas terakhirnya, Alkostar memulai karir sejak mendapat gelar sarjana dari Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) pada 1976. Sejak saat itu, ia mendedikasikan diri menjadi dosen di universitas yang sama dan menjadi advokat di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta sejak 1976-2000 hingga akhirnya ia dipilih menjadi Direktur LBH Yogyakarta pada 1989.

Pada 1989, Artidjo berangkat ke New York, Amerika Serikat, untuk mengikuti pelatihan khusus pengacara bidang Hak Asasi Manusia di Columbia University. Ia juga menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Nortwestern University Chicago dan lulus pada 2002. Ia melanjutkan studi S3 di Universitas Diponegoro Semarang dan mendapatkan gelar Doktor Ilmu Hukum pada 2007.

Pulang dari AS, Artidjo mendirikan kantor hukum Artidjo Alkostar and Associates hingga kantor itu harus ditutup pada tahun 2000 karena dirinya diminta menjadi Hakim Agung di Mahkamah Agung RI.

Selama 18 tahun menjadi Hakim Agung, Artidjo juga dipilih menjadi Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung sejak 2014. Artijo purnatugas dari Mahkamah Agung pada 22 Mei 2018 dan sudah menangani 19.483 perkara sepanjang karirnya. Pada Desember 2019, Artidjo menjadi anggota Dewan Pengawas KPK.[man]

Pos terkait