ASN Berafiliasi dengan Jaringan Teroris, Harus Ditindak Tegas

  • Whatsapp
ASN Berafiliasi dengan Jaringan Teroris, Harus Ditindak Tegas
Ilustrasi.

Monitorindonesia.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPan-RB), Tjahjo Kumolo menyatakan setiap bulan pihaknya memecat dan menonjobkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terpapar paham radikalisme sebanyak 30-40 ASN. Selain itu, ada juga yang diturunkan pangkat dan dijatuhkan sanksi lainnya.

Terkait apa yang disampaikan MenPAN-RN tersebut, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dalam keterangan pers tertulisnya, Selasa (20/4/2021), kembali mendorong Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), untuk menindak tegas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti berafiliasi dengan jaringan terorisme.

Bacaan Lainnya

“Kami mendorong Kementerian PAN-RB dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk bersinergi dalam melakukan pemetaan atas keterpaparan ASN terhadap paham radikalisme,” katanya.

Politisi Partai Golkar ini juga mendesak Pemerintah segera melakukan koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga (K/L) untuk melakukan langkah antisipasi, pengawasan serta memastikan ASN maupun pegawai di lingkungan K/L terhindar dari paparan paham radikalisme.

“Lakukan kembali koordinasi dengan BNPT bersama Densus 88 untuk melakukan evaluasi terhadap strategi penanganan teroris dan ekstremis mengingat paham radikalisme terus meluas dan menebar serta tidak pandang bulu,” pinta Azis yang juga mendorong Kementerian PAN-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk melakukan sosialisasi secara masif akan bahaya paham radikalisme kepada ASN.

Terakhir Azis Syamsuddin mendorong pejabat pembinan Kepegawaian seluruh K/L untuk melakukan pembinaan terkait nasionalisme mengenai kecintaan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan pemahaman anti radikal serta meningkatkan kedisiplinan kepada para pegawainya.

“Langkah ini harus intens dilakukan sehingga dengan dasar yang kuat diharapkan ASN dan pegawai di lingkungan K/L tidak akan mudah tergoda ajakan bergabung dengan kelompok teroris,” terang Azis Syamsuddin. (Ery)

Pos terkait