Australia: Covid-19 Victoria Meningkat

  • Whatsapp
Australia: Covid-19 Victoria Meningkat

Victoria, Monitorindonesia.com – Negara kedua terpadat Australia, Victoria merupakan pusat terbaru kasus Covid-19 di negara tersebut melaporkan sebelumnya ada 11 kasus penularan baru meningkat menjadi 51 kasus Senin (31/05/2021).

Victoria melakukan lockdown ketat selama tujuh hari pada Jumat (28/05/2021) setelah kasus baru Covid-19 di ibu kota Melbourne setelah mengakhiri catatan nol kasus selama tiga bulan berturut-turut.

Bacaan Lainnya

Negara Australia melaporkan lima kasus baru selama 24 jam sampai pertengahan malam. Pada sebuah pers konferens di Melbourne Senin (31/05/2021), para pejabat pemerintahan mengumumkan enam kasus tambahan setelah perhitungan batas waktu malam yang masuk kedalam data hari Selasa.

Pembengkakan angka kasus baru Covid-19 telah memicu pertanyaan perpanjangan lockdown yang sebelumnya diumumkan hanya untuk selama tujuh hari.

“Tantangan kita di depan sangat, sangat berat,” pelaksana tugas perdana menteri Victoria, James Merlino mengatakan pada para wartawan. “Kita sedang diperhadapkan dengan jumlah kasus yang sedikit mempengaruhi kontak yang luas.” Situasi sekarang sangat serius dan beberapa hari kedepan bisa jadi kritis, ia menambahkan.

“Saya ingin memperjelas kepada semua orang bahwa situasi ini mungkin akan lebih buruk sebelum semuanya membaik.”

Para petugas medis telah mengatakan bahwa varian terbaru Covid-19 yang pertama ditemukan di India sepertinya lebih mematikan daripada jenis virus aslinya, cukup dalam sehari bisa terinfeksi dari orang lain dibandingkan dengan jenis lainnya yang butuh lima atau enam hari.

Pemerintah mengkhwatirkan kemungkinan lonjakan yang lebih besar di rumah singgah lansia (panti jompo) setelah dua orang pekerja dan satu penduduk di fasilitas Arcare di Melbourne diketahui positif, pengelola panti tersebut mengatakan.

Ratusan orang tua di Victoria yang dirawat di fasilitas panti jompo meninggal karena Covid-19 tahun lalu.

Victoria memberlakukan lockdown paling ketat dan paling lama di dunia untuk menekan gelombang Covid-19 kedua yang menewaskan lebih 800 iorang di wilayah tersebut, terhitung 90% dari total jumlah kematian di Australia sejak awal pandemi.

Melacak kontak dengan cepat, lockdown sementara dan jaga jarak yang ketat telaha membantu Australia menekan jumlah kasus infeksi Covid-19 tetap rendah dengan 22,275 kasus lokal dan 910 kasus kematian. Negara Australia telah menduduki peringkat 10 teratas atas keberhasilannya menangani pandemi. [Yohana RJ]

 

Sumber : Reuters

Pos terkait