Badai Filipina, 3 Tewas Ribuan Mengungsi

  • Whatsapp
Badai Filipina, 3 Tewas Ribuan Mengungsi

Mindoro, Monitorindonesia.com – Badai tropis menewaskan tiga orang dan mengungsikan ribuan penduduk di bagian selatan dan pusat Filipina yang memicu terjadinya banjir dan tanah longsor, pemerintah mengatakan Rabu (02/06/2021).

Ramalan cuaca mengatakan bahwa badai Choi-wan menghantam kota di provinsi Oriental Mindoro, Manila Selatan dengan kekuatan angina 90 kph yang bergerak ke araha barat laut dan melemah setelah bertiup kea rah laut Cina Selatan Kamis (03/06/2021).

Setidaknya tiga orang korban tewas temasuk seorang warga berusia 14 tahun yang berlari dengan ayahnya ke pinggiran sungai untuk menyelamatkan hewan ternak mereka pada saat hujan deras tetapi mereka malah diseret oleh badai ke kota Norola di provinsi Cotabato.

Ayahnya masih belum ditemukan, diungkapkan oleh petugas tanggap bencana. Seorang bayi tewas pada saat terjadi longsor yang terjadi di daerah pegunungan di provinsi Davao de Oro selatan dan seorang bapak tua yang berusia 71 tahun hanyut di provinsi Davao del Sur, juga di wilayah bagian selatan , ungkap petugas tersebut.

Petugas penjaga pantai menyelamatkan para warga yang terjebak di dalam rumah yang sudah tergenang air banjir yang semakin tinggi termasuk di provinsi Leyte Selatan dimana mereka membawa 40 orang penduduk temasuk anak-anak dengan kedalaman air setinggi pinggang dibawa ke sebuah gymnasium.

Lebih dari 2.600 orang yang diungsikan, kebanyakan akibat banjir di 18 desa wilayah selatan, termasuk 600 penduduk yang pindah ke pusat evakuasi. Ribuan orang lebih lainnya dievakuasi Selasa (01/06/2021) dari daerah yang rentan kebanjiran dan semburan lumpur vulkanik di provinsi Albay, petugas keamanan provinsi, Cedric Daep mengatakan.

Lebih dari 3.000 orang penumpang dan pengerja kargo tersebar di pusat dan selatan pelabuhan setelah melakukan perjalanan jalur laut dilarang oleh petugas keamanan pantai karena cuaca badai.

Sebuah kapal kargo kecil yang memuat pasir dan batukecil ditinggalkan para awak kapal ketika mulai memasuki wilayah perairan dekat kota Albuera di provinsi Leyte pusat. Para awak kapal selamat, juru bicara petugas keamanan pantai menuturkan.

Sekitar 20 badai tropis dan topan menghadang kepulauan Filipina setiap tahun. Negara Asia Tenggara juga berlokasi di antara cincin api pasifik, secara seismik wilayah aktif dengan erupsi gunung berapi dan gempa bumi sering terjadi membuatnya menjadi negara yang paling rentan dengan bencana di dunia.[Yohana RJ]

#Badai Filipina
#Badai Filipina Tewakan 3 orang.

 

Sumber : VOA News

Pos terkait