Banjir Kabupaten Karawang 14.754 KK Terdampak, 3.393 KK Mengungsi

  • Whatsapp
Banjir Kabupaten Karawang 14.754 KK Terdampak, 3.393 KK Mengungsi
Petugas Basarnas melakukan evakuasi terhadap warga korban banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang Barat, Minggu (21/2/2021) [istimewa]

Jakarta, MonitorIndonesia.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bencana banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang Barat, Minggu (21/2/2021) menyebabkan ribuan kepala keluarga (KK) mengungsi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo bersama Menteri PMK Muhadjir Effendy dan Sekretaris Daerah Karawang Acep Jamhuri meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang Barat.

Dalam peninjauan tersebut, Doni Monardo beserta rombongan melihat langsung giat penanganan banjir yang dipicu curah hujan tinggi dan meluapnya Sungai Ciseet, Sungai Citarum, dan Kali Cimalaya

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Karawang, sebanyak lima belas kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian muka air beragam. Tepantau tinggi permukaan air antara 10 hingga 250 cm.

Data BPBD setempat mencatat lima belas kecamatan terdampak yaitu Kec. Rengasdengklok, Kec. Telukjambe Barat, Kec. Telukjambe Timur, Kec. Karawang Barat, Kec. Batujaya, Kec. Cikampek, Kec. Tirtamulya, Kec. Ciampel, Kec. Pangkalan.

Selanjutnya Kec. Rawamerta, Kec. Jatisari, Kec. Banyusari, Kec. Karawang Timur, Kec. Cimalaya Wetan, dan Kec. Pakis Jaya.

Dari lima belas kecamatan tersebut, terdapat 14.754 KK terdampak banjir dan 3.393 KK Mengungsi. BPBD mencatat kerugian material akibat banjir berupa 14.340 unit rumah terdampak, 51 unit rumah rusak berat, 157 unit rumah rusak sedang, 870 unit rumah rusak ringan, 40 unit fasos dan fasum terdampak dan 217 hektar sawah terdampak.

Hingga pukul 20.00 WIB ada penambahan 107 warga yang telah dievakuasi tim SAR Gabungan sehingga total warga yang dievakuasi oleh 6 Tim Rescue Basarnas Bandung sebanyak 467 warga (Lansia : 57 orang, Dewasa : 300 orang, Anak anak: 58 orang dan Bayi :52 orang). Adapun Situasi terkini TMA bervariasi antara 10 cm hingga 100 cm dengan cuaca terpantau cerah di sekitar lokasi banjir di Kec Teluk Jambe Barat dan Teluk Jambe Timur.

Kepala Basarnas Bandung, Deden Ridwansah menyebutkan Pukul 20.10 WIB Dua tim rescue Basarnas Bandung dan satu tim rescue dr SAR MTA berangkat ke Bekasi untuk memperkuat tim Basarnas Jakarta dalam evakuasi warga terdampak banjir di Kec. Pebayuran, Bekasi. Sementara empat tim rescue Basarnas Bandung standby di Desa Purwadana, Kec. Teluk Jambe Timur, Kab. Karawang untuk melakukan pemantauan dan antisipasi permintaan evakuasi dari warga.

Adapun Alut yang digunakan yaitu 3 Unit Rescue Car, 6 Unit LCR Basarnas, 1 Unit LCR Polair, 1 Unit LCR Polsek, 1 Unit LCR BPBD, 1 Unit Rafting Koramil, 1 Unit Rafting ACT, 3 Set Peralatan Alkom, 3 Set Peralatan Medis dan APD Personal. Unsurs SAR di Lapangan yaitu Basarnas Bandung, TNI, POLRI, BPBD Kab Karawang, Tagana Karawang, PMI Karawang, ACT Karawang, RMI Karawang, Brigana Rescue, Extemaz Burial, Katana Rescue, Sagara Rescue, Citarum Harum, Brigana II KSPI, Pendaki Cikampek, Skin Purwaci, Tentara Langit Bandung, YKPA Baleendah, BB 1% MC dan Sigab Persis.

Pos terkait