Banjir NTT, Pemerintah Kucurkan Dana Tunggu Hunian Rp 500 Ribu/ Keluarga

  • Whatsapp
Banjir NTT, Pemerintah Kucurkan Dana Tunggu Hunian Rp 500 Ribu/ Keluarga
Doni Monardo dalam Presscon Update Penanganan Banjir Bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur 6/4/2021 [sc.cp]

Monitorindonesia.com – Banjir bandang di delapan kabupaten Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengakibatkan kerusakan yang luar biasa. BNPB mencatat ada 119 rumah rusak berat, 118 rusak sedang, 34 rusak ringan dan 1.962 rumah terdampak.

Banjir Bandang  ini berdampak di 8 wilayah administrasi kabupaten dan kota, antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

Bacaan Lainnya

“Sesuai dengan arahan Presiden untuk penanganan pengungsi, kebetulan kita sedang mengalami Covid sehingga kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi resiko dengan cara memberikan fasilitas dana tunggu hunian kepada warga yang terdampak untuk bisa menyewa rumah-rumah keluarga mereka yang terdekat sebesar Rp 500.000 untuk 1 keluarga/bulan,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam  update Penanganan Banjir Bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/4/2021).

Doni mengatakan, pemberian bantuan itu untuk penanganan pengungsian ditengah suasana Pandemi Covid-19. Pemerintah berusaha mengurangi resiko penularan covid-19 semaksimal mungkin.

Sebelumnya, Minggu (4/4/2021), pemerintah telah memberikan fasilitas kesehatan berupa alat tes cepat antigen 10.000 unit, masker kain 1.000 lembar dan masker medis 1.000 lembar. Hal itu untuk mengurangi resiko penularan Covid-19 di lokasi terdampak banjir.

Menurut data BNPB pada Selasa, jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di NTT sebanyak 117 orang. Sebanyak 76 hingga saat ini masih dinyatakan hilang.

Pos terkait