Benarkan ICW Surati Kapolri, Minta Firli Diberhentikan dari Jabatan Ketua KPK

  • Whatsapp
Ketua KPK Pastikan Semua Pegawai Peserta TWK Gunakan Modul yang Sama
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.[Ist]

Monitorindonesia.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengirim surat terbuka kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, terkait sejumlah kontroversi Firli Bahuri selama memimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), salah satunya soal status Firli yang masih aktif sebagai anggota Polri.

“Ini (surat terbuka) dilakukan mengingat Firli masih berstatus sebagai anggota Polri aktif dan selama berkarir sebagai Ketua KPK kerap menimbulkan kontroversi,” ujar peneliti ICW, Kurnia Ramadhana kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Apalagi menurut Kurnia, Firli sudah beberapa kali melakukan banyak kontroversi selama ia menjabat sebagai pimpinan KPK.
“Maka dari itu, kami mendesak Kapolri untuk memberhentikan Firli Bahuri dari jabatan Ketua KPK,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan, Firli selama menjabat sebagai ketua KPK tercatat beberapa kali menimbulkan kontroversi. Mulai dari pengambilan paksa penyidik KPK Kompol Rossa Purbo Bekti, pelanggaran etik, hingga pelaksanaan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai KPK.

“Untuk itu, kami mendesak agar Kapolri dapat menarik Firli Bahuri sebagai Ketua KPK, atau bahkan, memberhentikan yang bersangkutan sebagai anggota Polri aktif,” tegasnya.

Diketahui, ICW juga sebelumnya menyoroti anggaran mobil dinas untuk KPK. Kurnia pun menyebut bahwa KPK Jilid V di bawah kepemimpinan Firli tak lagi bersikap sederhana.

“KPK pada dasarnya dilahirkan dengan semangat pemberantasan korupsi serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, salah satunya kesederhanaan. Seiring berjalannya waktu, nilai itu semakin pudar. Terutama di era kepemimpinan Firli Bahuri,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Kurnia, ICW juga menyoroti perilaku KPK lainnya di antaranya, melanjutkan pembahasan kenaikan gaji Pimpinan KPK serta mengusulkan anggaran mobil baru.

“Akan tetapi praktik hedonisme semacam ini tidak lagi mengagetkan. Sebab, Ketua KPK nya saja, Firli Bahuri, telah menunjukkan hal serupa saat menggunakan moda transportasi mewah helikopter,” tuturnya.

Kurnia pun menilai bahwa seharusnya pimpinan KPK peka dengan kondisi sulit yang dialami bangsa Indonesia saat ini. Sehingga tidak etis jika malah meminta anggaran untuk pembelian mobil dinas seharga miliaran itu.

“Di mata kami, KPK di bawah kepemimpinan Firli saat ini belum menunjukkan prestasi yang mencolok. Sampai saat ini tidak ada prestasi mencolok yang diperlihatkan oleh KPK, baik Pimpinan maupun Dewan Pengawas itu sendiri. Harusnya, penambahan fasilitas dapat diikuti dengan performa kerja yang maksimal,” demikian Kurnia Ramadhan. (Ery)

Pos terkait