Bentrok di Pakistan, TLP Sandera Polisi di Lahore

  • Whatsapp
Bentrok di Pakistan, TLP Sandera Polisi di Lahore

Lahore, Monitorindonesia.com – Polisi di Pakistan mengungkapkan bahwa gerakan aktivis garis keras islam telah menyandera enam personil aparat kepolisian di kantor pusat mereka di Lahore pada Minggu (18/04/2021) setelah terjadi bentrokan selama seminggu setelah penahanan pimpinan kelompok mereka.

Kelompok Tehrik-i-Labaik Pakistan telah memberikan waktu kepada pemerintah sampai 20 April untuk mengeluarkan duta Prancis atas penerbitan kartun dengan gambar Nabi Muhammad di Prancis.

Bacaan Lainnya

Pihak berwenang memberikan respon dengan melakukan penahanan pimpinan mereka yang memicu para pendukungnya melakukan aksi unjuk rasa dan mogok di pakistan. Setidaknya terdapat empat korban tewas, ratusan korban luka-luka dan ribuan oramg ditahan. Pakistan melarang aktivitas kelompok tersebut setelah terjadi tindakan kekerasan.

Seorang polisi senior dan dua orang paramiliter ada di antara enam orang yang disandera oleh kelompok TLP, juru bicara polisi Lahore, Arif Rana menuturkan kepada Reuters.

“Aktivis TLP memiliki dua tangki bahan bakar yang berisi ribuan liter bensin. Mereka melempari bom bensin dan bebatuan kepada para aparat keamanan dan juga menwmbaki peluru yang berakibat 11 orang anggota kepolisian terluka,” Rana menambahkan.

Sementara itu juru bicara TLP, Shafiq Amini mengungkapkan kepada Reuters bahwa empat anggota mereka tewas terbunuh dan beberapa orang terluka oleh kepolisian pada hari Minggu (18/04/2021)

Siaran berita Pakistan telah dilarang untuk memberitakan semua tentang kelompok tersebut sejak TLP dilarang minggu lalu dan layanan internet dan telepon juga diputus pada daerah pertikaian sejak hari Minggu (18/04/2021).

Jalan raya menuju kantor pusat TLP di Lahore Chowk Yateemkahan telah diblokir.
Tetapi para pendukung TLP telah membagikan video di media sosial yang memyatakan bahwa pertikaian dengan aparat kepolisian dan tagar yang mendukung kelompok mereka trending di Pakistan pada hari Minggu (18/04/2021).

Beberapa video yang tidak bisa diverifikasi oleh tim Reuters menunjukka ribuan pengunjuk rasa bertikai dsngan polisi saling dorong dan udara dipenuhi gas air mata, suara tembakan jiga terdengar. Video lain menunjukkan beberapa demonstran yang terluka dievakuasi.

Pada hari Sabtu (17/04/2021) Perdana Menteri Imran Khan menuturkan bahwa kelompok TLP telah dilarang beroperasi karena mereka menentang aturan negara, melakukan kekerasana di jalanan dan menyerang masyarakat dan penegak hukum.”

Sementara itu minggu lalu Prancis menyarankan warganya untuk sementara meninggalkan Pakistan untuk sementara waktu.[Yohana RJ]

 

Sumber: Reuters

Pos terkait