Berani, Nenek Asia Berusia 76 Tahun Melawan Penyerang di AS

  • Whatsapp
Berani, Nenek Asia Berusia 76 Tahun Melawan Penyerang di AS
Ilustrasi nenek pemberani. [CNN]

Monitorindonesia.com – Seorang nenek etnis Cina berusia 76 tahun melawan seorang penyerang disambut dengan baik oleh masyarakat Cina atas keberaniannya. Xie Xiaozhen menjelaskan, sedang menunggu untuk menyeberang jalan di kota San Fransisco pada saat seorang pria menyerangnya.

Dengan sendirinya dia lansung memukulnya dengan tongkat kayu, ungkap berita lokal. Ada peningkatan laporan penyerangan terhadap warga Amerika keturunan Asia pada beberapa bulan terakhir.

Hashtag yang menyatakan “nenek etnis Asia membalas serangan pemburu” viral di sosial media Weibo China dengan 1.4 juta penonton. Banyak yang memuji keberanian Nenek Xie dan beberapa mengatakan dia sedang memberikan pelajaran.

Yang lain juga mengungkapkan bahwa itu penting bagi para etnis Asia di Amerika untuk bersatu dan melawan balik, jika tidak mereka akan selalu diam diserang dan dianiaya. Salah satu pengguna Weibo juga dipanggil orang Asia secara keseluruhan untuk bersatu melawan diskriminasi, dijelaskan di laporan SCMP.

“Cina, Jepang dan Korea Selatan bukan istilah yang tepat, tetapi orang-orang yang berasal dari negara tersebut tinggal di Amerika Serikat, silahkan bersatu karena kekuatanmu akan lebih kuat.” ‘Sangat Trauma’ Serangan tersebut terjadi pada hari Rabu (17/03/2021) ketika Nenek Xie yang berasal dari Guangdong sedang menunggu di penyebrangan di jalan raya.

Diketahui bahwa dia tiba-tiba mendengar seseorang berteriak “Cina” sebelum wajahnya ditinju. Dia menyerang balik dengan tongkat kayu yang dia lihat di dekatnya, jelasnya dalam laporannya.

Sebuah video online diambil tepat setelah penyerangan tersebut menunjukkan Nenek Xie yang sedang meratap kesakitan dan meletakkan bungkusan es di matanya yang luka lebam, sementara yang diduga penyerang sedang berbaring di atas tandu.

Polisi, San Francisco telah mengungkapkan pria tersebut berusia 39 tahun sudah ditahan dan sedang diinvestigasi.
Putri Nenek Xie mengatakan bahwa ibunya sangat trauma setelah penyerangan tersebut dan menembahkan kalau mata kanan ibunya terluka.

“Dia sangat takut dan matanya masih pendarahan” Dong-Mei Li memberitahukan KPIX-TV. “Mata kanannya masih belum bisa melihat sama sekali.”

Cucu nya, John Chen, kemudian mengunggah sebuah GoFundMe untuk neneknya, meminta donasi untuk membiayai pengobatan neneknya. Dia berkata “nenek masih mengalami masalah serius pada kedua bola mata hitamnya, satu masih belum berhenti pendarahan, pergelangan tangannya masih bengkak.”

Chen menambahkan bahwa keadaan kesehatan mental neneknya masih belum stabil dengan mengungkapakan “Setiap isu ini didengarnhya dia jadi sangat emosional dan mulai menangis”. Dalam pernyataannya mengatakan bahwa Nenek Xie berharap “generasi muda Asia di Amerika bisa bersama dan mendukung satu sama lain dan juga yang lebih tua” .

Sehari sebelumnya, seorang prian di Georgia, Amerika Serikat didakwa atas pembunuhan delapan orang dimana 6 diantaranya adala wanita Asia. Penyerangan tersebut belum terbukti dilatarbelakangi rasis tetapi banyak komunitas Asia di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa kejadian itu sudah menciptakan ketakutan bagi
mereka.

Pandemi Covid-19 telah muncul dengan retorika bahwa ini adalah penyakit yang berasal dari orang Asia.Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cjna, Zhao Lijian berkata pada hari Kamis (18/03/2021) bahwa diskriminasi menyerang etnis Cina telah meningkat di Amerika Serikat.

“Merupakan tindakan tercela, setiap hang muncul dari diskriminasi yang tidak berperikemanusiaan, membuat kita marah dan sedih,” katanya.[Yohana RJ]

Sumber BBC News

Pos terkait