Jamur Hitam Serang Penyintas Covid, 4.200 Orang Meninggal di India

Ini adalah penyakit yang sangat agresif dan ahli bedah telah dipaksa untuk menghilangkan fungsi mata, hidung, dan rahang dari pasien untuk menghentikan penyebarannya ke otak.
Monitorindonesia.com - India mencatat lebih dari 45.000 kasus "jamur hitam" yang mematikan selama dua bulan terakhir. Ini diungkapkan Kementerian Kesehatan, saat paparan wabah Covid-19 masih tinggi di negara itu.
Deputi Menteri Kesehatan, Bharati Pravin Pawar mengatakan kepada parlemen bahwa lebih dari 4.200 orang telah meninggal karena jamur yang nama ilmiahnya adalah mucormycosis, seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Kamis (22/72021).
Infeksi jamur itu sebelumnya dianggap sangat jarang, tetapi kasusnya meningkat selama pandemi yang biasanya menyerang pasien setelah pemulihan dari Covid-19.
Ini adalah penyakit yang sangat agresif dan ahli bedah telah dipaksa untuk menghilangkan fungsi mata, hidung, dan rahang dari pasien untuk menghentikan penyebarannya ke otak.
Sedangkan tingkat kematiannya lebih dari 50 persen. Menurut data pemerintah, jumlah kasus tertinggi dilaporkan di negara bagian barat Maharashtra yaitu 9.348.
India hanya menangani rata-rata 20 kasus setahun sebelum pandemi dan hanya orang-orang dengan kekebalan sangat lemah yang berisiko. Mereka termasuk yang memiliki kadar gula darah tinggi, HIV, atau penerima transplantasi organ.
Para ahli telah mengaitkan kenaikan kasus jamur hitam baru-baru ini dengan penggunaan steroid yang berlebihan untuk mengobati Covid-19.
Pemerintah India menyatakan jamur itu sebagai epidemi pada bulan Mei, ketika kasusnya melonjak dan media sosial telah dibanjiri dengan permohonan putus asa untuk mendapatkan obat-obatan penyakit tersebut.
Data pemerintah yang dipaparkan pada Selasa lalu menunjukkan jumlah infeksi memuncak selama Mei dan Juni setelah itu menurun secara substansial.
Akan tetapi surat kabar Hindustan Times melaporkan pada Senin, bahwa telah terjadi peningkatan kasus di antara anak-anak di negara bagian Rajasthan di utara. (Yohana RJ)
Topik: