KPK Terus Usut Aliran Dana Ade Yasin, Kali Ini Melalui Staf Dinas PUPR Kabupaten Bogor

Jakarta, MI - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut aliran uang dugaan suap Bupati nonaktif Bogor, Ade Yasin (AY).
Kali ini, tim penyidik KPK menelusuri aliran dana itu melalui Staf Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan, pada hari ini Rabu (22/6).
Sepatutnya, Iwan Setiawan dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi oleh tim penyidik KPK.
Keterangan Iwan dibutuhkan sekaligus untuk melengkapi berkas penyidikan Ade Yasin.
Apalagi. aliran uang dugaan suap dari Ade Yasin untuk tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat.
"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk proses penyidikan tersangka AY (Ade Yasin)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (22/6/2022).
Berikut nama-nama yang diperiksa KPK:
1. Teuku Mulya Kepala BPKAD Kab. Bogor
2. Hanny Lesmanawaty Sub Koordinator Pelaporan Dinas BPKAD Kab. Bogor
3. Andri Hadian Sekretaris BPKAD Pemkab Bogor
4. Ade Jaya Munadi Inspektur Kab. Bogor/ Mantan Kepala BPKAD Kab. Bogor
5. Ruli Fathurahman Kasubbag Penatausahaan Keuangan Setda Kab. Bogor
6. Anisa Rizky Septiani alias Ica Ajudan Bupati Kab. Bogor
7. Kiki Rizki Fauzi Staf di Sekretariat Daerah Kab. Bogor
8. Wiwin Yeti Haryati PNS/Kabid AKTI Badan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kab. Bogor
Untuk diketahui, Bupati Bogor Ade Yasin terjaring OTT KPK bersama dengan 11 orang lainnya. Selang beberapa waktu, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka di kasus suap laporan keuangan demi meraih predikat WTP dari BPK Perwakilan Jawa Barat.
Para tersangka itu ialah:
Pemberi Suap:
1. Ade Yasin, Bupati Kabupaten Bogor periode 2018-2023
2. Maulana Adam, Sekdis Dinas PUPR Kabupaten Bogor
3. Ihsan Ayatullah, Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor
4. Rizki Taufik, PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor
Penerima Suap:
1. Anthon Merdiansyah, Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Kasub Auditorat Jabar III/Pengendali Teknis
2. Arko Mulawan, pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor
3. Hendra Nur Rahmatullah Karwita, pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa
4. Gerri Ginajar Trie Rahmatullah, pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa
KPK menduga Ade Yasin menyuap pegawai BPK perwakilan Jawa Barat agar Kabupaten Bogor hingga Rp 1,9 miliar. Hal itu dilakukan agar Kabupaten Bogor dapat kembali meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk tahun 2021 dari BPK Perwakilan Jawa Barat.
Topik:
