Novel Baswedan: Lili Pintauli Berkali-kali Melanggar Etik Berat Terus Dibela

Jakarta, MI - Mantan Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyoroti mangkirnya Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar dari sidang dugaan pelanggaran etik berupa penerimaan fasilitas dan tiket menonton MotoGP Mandalika dari PT Pertamina yang digelar Dewan Pengawas KPK pada hari, Selasa (5/7) kemarin.
Awalnya, Novel Baswedan memuji pernyataan Ketua KPK Firli Bahuri bahwa pemangku kepentingan harus membantu menumbuhkan lingkungan berintegritas, nilai etik dan norma akuntabilitas.
"Pemangku kepentingan harus membantu menumbuhkan lingkungan berintegritas, nilai etik,& norma akuntabilitas. Semua pihak memiliki peran penting mencegah & memberantas korupsi. Sehingga spirit pertemuan ini adalah berkolaborasi & bekerja sama," ujar Firli Bahuri melalui aku Twitter @KPK-RI seperti dikutip Monitorindonesia.com, Rabu (6/7).
Namun Novel Baswedan sangat menyayangkan pimpinan KPK tidak bisa melakukan hal seperti itu, dalam hal ini tidak bisa mencegah mangkirnya Lili Pintauli yang lebih memilih pergi ke Bali ketimbang memenuhi panggilan KPK itu sendiri.
"Ujaran dibawah ini bagus. Tp Pimp KPK sendiri tdk melakukan spt ini. Lili berkali2 melanggar etik berat terus dibela. Dipanggil Dewas tdk hadir, Pimp lain mestinya bisa mencegah. Lalu Firli masih mau bicara Integritas?," kata Novel Baswedan melalui tweetnya seperti dikutip Monitorindonesia.com, Rabu (6/7).
Lili Pintauli Siregar diketahui tidak menghadiri persidangan dugaan etik penerimaan fasilitas menonton MotoGP pada Selasa, 5 Juli 2022. Sehingga Dewas KPK terpaksa menunda persidangan sampai pekan depan.
Tak hanya itu, Lili juga sudah kesekian kalinya dilaporkan ke Dewas KPK. Terbaru, Lili diduga menerima fasilitas serta akomodasi menonton gelaran MotoGP Mandalika pada Maret 2022.
Dalam laporan itu, Lili Pintauli diduga menerima tiket penginapan dan tiket MotoGP Mandalika.
Diketahui, Dewas KPK telah meminta konfirmasi pihak BUMN, yakni PT Pertamina, untuk membawa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan perkara ini.
Dokumen itu antara lain tiket MotoGP pada Grandstand Premium Zone A-Red dan penginapan di Amber Lombok Beach Resort.
[Ode]
Topik:
